Unik! Ada Sosialisasi Keuangan Lewat Pentas Wayang Orang

Semarang - Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah punya cara unik nih untuk menyosialisasikan literasi keuangan. Mereka melakukannya dengan melalui pentas ketoprak atau wayang orang.

Pentas dengan lakon berjudul 'Jumenengan Jaka Tingkir' itu digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Semarang, belum lama ini. Lakon itu menceritakan kisah hidup Jaka Tingkir yang diangkat menjadi Adipati Pajang dengan gelar Adipat Adiwijaya.

Ada yang tak kalah unik loh, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut andil dalam pentas itu. Ia tampil dalam adegan ketoprak dengann peran sebagai Ki Ageng Pengging alias Ki Kebo Kenangan.

Selayaknya aktor, Ganjar tampak luwes menjalankan perannya. Ia tampil menghibur dan mampu membuat penonton terpukau. Bukan hanya Ganjar loh, beberapa pejabat di Jawa Tengah juga diberi peran untuk tampil, mulai dari Sekda Jawa Tengah Sri Puryono, Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo, hingga Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Iptu Agus Priyo.

TemanBaik mau tahu adegan di pentas tersebut yang mampu membuat penonton tertawa? Salah satunya adalah saat Ganjar berdialog dalam bahasa Jawa dengan Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo yang berperan sebagai Jaka Tingkir.

Ganjar yang berperan sebagai Ki Ageng Pengging memberi nasihat kepada Hamid agar 'hijrah' ke desa lain untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Ia pun menyambungnya dengan sindiran agar Hamid jangan berkutat dengan karirnya sebagai Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah.

"Jika kamu ingin hidup mulia, jangan lama-lama tinggal di Desa Butuh ini. Lekas pergi ke Demak Bintaro. Rezekinya banyak di sana. Sama seperti sekarang, di Semarang hanya jadi Kepala Perwakilan BI. Tidak akan maju-maju, tidak akan naik pangkat. Di Jakarta bisa jadi Gubernur BI. Di sini hanya ketemu saya, urusannya cuma inflasi," kata Ganjar dilansir laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

Dialog yang diucapkan Ganjar pun mengundang gelak tawa penonton. Begitu juga dengan adegan lain, yaitu saat Ganjar berdialog dengan Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah-DIY Aman Santosa.

Ganjar beberapa kali meledek Aman yang berperan sebagai Ki Kebo Kanigoro. Sebab, Aman harus berkali-kali menunduk melihat kertas dialog dalam bahasa Jawa. Itu karena Aman tidak fasih berbahasa Jawa.

Berbagai candaan itu pun menjadi cara untuk membuat suasana menjadi segar dan menghibur. Tapi, di luar berbagai dialog canda itu, misi BI menyampaikan literasi tetap disampaikan loh.

Di sela dialog pentas, diselipkan lakon jenaka tentang kebijakan BI dalam bidang sistem pembayaran seperti clean money policy, yaitu kebijakan tentang harus layaknya uang yang beredar di masyarakat.

Salah satu poin yang bisa diambil dari lakon tersebut adalah ajakan menjaga dan merawat uang rupiah dengan baik. Nah, bagaimana caranya? Ada lima langkah, yaitu uang jangan dilipat, jangan dicorat-coret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Jika ternyata TemanBaik memiliki uang yang kumal, rusak atau tidak layak edar, kamu sebaiknya menukarkannya ke BI setempat di wilayah masing-masing. Hal itu akan membantu BI untuk menjaga agar uang yang beredar di masyarakat benar-benar layak.

Poin lainnya juga diperkenalkan e-money atau uang elektronik. Berbagai literasi keuangan itu pun disampaikan dengan cara yang menarik. Harapannya, masyarakat yang menonton bisa terhibur. Tapi dalam saat bersamaan mereka mendapatkan pengetahuan seputar literasi keuangan.

Foto: dokumentasi Diskominfo Jawa Tengah


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler