Asyik! Warga Jakarta Bisa Mulai Uji Coba Naik MRT Nih

Jakarta - Warga ibukota tidak perlu menunggu lama lagi untuk dapat menaiki moda transportasi yang sudah lama dinanti. Mass Rapid Transit atau MRT rencananya akan mulai beroperasi pada akhir Maret 2019.

Sebelum benar-benar melakukan perjalanan pertamanya, PT. MRT Jakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti uji coba MRT jalur fase I. Pemberlakuan trial run ini, ditujukan untuk memperkenalkan MRT kepada masyarakat luas. Uji coba untuk umum tersebut berlaku dari 12 Maret hingga 24 Maret 2019, dari pukul 08.00-16.00 WIB.

Kesempatan tersebut tentu saja tidak akan dilewatkan oleh masyarakat. Pada hari pertama penjualan tiket gratis trial run seminggu sebelumnya, Senin (05/03), banyak masyarakat yang berbondong-bondong memesan tiketnya.

Pada hari pertama uji coba, pihak MRT hanya memberikan kuota sebanyak 4.000 orang. Namun hal tersebut tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk mengikuti trial run ini. Suasana yang cukup sepi karena terbatasnya kuota untuk hari pertama tersebut, dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat untuk membuat vlog atau hanya sekadar melakukan swafoto di dalam kereta MRT.

“Saya ikutan trial run karena ingin membuat vlog untuk channel youtube saya, untuk kepentingan sosial media lah pokoknya. Jadi saya pilih untuk ikut hari pertama, biar sepi dan lancar membuat kontennya,” ujar Azis, salah satu penumpang pada uji coba MRT.

Ia juga menambahkan, “Keren sih Jakarta udah punya MRT, sehingga memudahkan kita untuk pergi ke tempat yang cukup jauh, dengan cepat dan on time juga keretanya. Tapi terdapat catatan kecil yang semoga saja kedepannya dapat diperbaiki oleh pihak MRT, yaitu saat berjalan di rel yang berada di underground, suara pergerakan kereta dan relnya masih terdengar jelas. Tidak senyap seperti MRT di negara-negara tentangga misalnya. Selebihnya semua sudah bagus.”

Baca Ini Juga Yuk: Wah! Hotel Kapsul di Bandara Soekarno Hatta Dapat Penghargaan

Ratangga (sebutan untuk kereta MRT) didesain ramah untuk penyandang disabilitas. Kereta yang memiliki enam gerbong ini, memiliki dua gerbong yang bisa digunakan untuk pengguna kursi roda. Sedangkan di gerbong lain, terdapat kursi prioritas, serta handgrip berwarna kuning yang dibuat lebih rendah dibandingkan yang lain, agar penyandang disabilitas dan prioritas lebih mudah untuk berpegangan.

Selain keretanya, stasiun MRT juga dilengkapi fasilitas yang ramah disabilitas yaitu dengan adanya blok taktil, braille, elevator, sandai, dan lain-lain. Di stasiun juga terdapat berberapa petugas yang siap membantu. Jalur fase I ini, terdiri dari dua jenis stasiun yakni, 6 stasiun bawah tanah (Bundaran Hotel Indonesia, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan Senanyan) dan 7 stasiun layang (Sisingamangaraja, Blok M,Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, dan Lebak Bulus).

Ratangga dapat menempuh perjalanan dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Lebak Bulus, dalam waktu 30 menit. Jeda antar perjalanan kereta hanya 5-10 menit. Nantinya, untuk menaiki moda transportasi ini, penumpang akan menggunakan sistem e-ticketing, yang terdiri dari kartu single trip dan jelajah (multi trip). Sampai saat ini, tarif MRT Jakarta belum ditetapkan.


Foto: Nurul Faradila

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler