Cara Simpan Dokumen Penting Supaya Tak Jadi 'Korban' Bencana

Bandung - TemanBaik pernah membayangkan jika suatu saat terjadi bencana yang menimpa rumah? Berdoa jangan sampai terjadi, ya! Tapi, kamu harus siap-siap loh dari sekarang. Jangan sampai saat bencana terjadi semua harta benda kamu rusak atau hilang.

Salah satu yang paling penting untuk diperhatikan adalah menyimpan berbagai dokumen penting. Contohnya adalah ijazah, sertifikat rumah, serta dokumen lainnya. Bahkan, benda berharga seperti emas juga harus disimpan baik-baik.

Tempat yang tepat untuk menyimpan dokumen dan beragam benda penting itu adalah brankas. Sebab, brankas memiliki kekuatan mumpuni karena relatif tahan dari api hingga jika tertimpa bangunan yang ambruk. Bahkan, brankas juga banyak yang tahan air.

"Saya sarankan ada brankas. Jadi dokumen penting dan benda berharga masukkan saja ke dalam brankas," kata Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdi Ligaswara saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Sejauh ini, penggunaan brankas di masyarakat belum terlalu banyak. Sebab, mereka masih belum menganggap brankas sebagai prioritas untuk melindungi dokumen penting dan benda berharganya dari bencana.

Padahal, jika dokumen dan benda itu disimpan dalam brankas, kemungkinan rusak saat terjadi bencana bisa diminimalisir. Kamu enggak mau kan dokumen dan benda berhargamu rusak atau hilang karena jadi 'korban' bencana?

Selain brankas, salah satu yang juga terlupakan adalah adanya alat pemadam api ringan (APAR). Sangat jarang warga yang memiliki APAR di rumahnya. Padahal, APAR sangat penting saat terjadi kebakaran. Penggunaan APAR dapat mencegah kebakaran kecil agar tidak membesar.

"Masih sangat rendah (kepemilikan APAR) di Kota Bandung. Ada orang yang memiliki dua anak dan dua-duanya dibelikan handphone mahal. Tapi, saya tanyakan APAR-nya, tidak ada," jelasnya.

Itu jadi contoh nyata bahwa masyarakat belum memandang APAR sebagai sesuatu yang penting. Padahal, APAR relatif murah untuk dibeli ketimbang membeli telepon genggam.

"Itu bisa di-googling, tapi relatif murah, antara Rp 350-400 ribu," ucap Ferdi.


Ilustrasi: Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler