Mahasiswi ITS Ciptakan Masker Wajah dari Sekam Padi

Surabaya - Bagi sebagian besar wanita, produk kecantikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang penting untuk menjaga keremajaan kulit. Tak jarang, para wanita rela mengeluarkan kocek yang tidak sedikit demi mendapatkan produk yang terbaik.

Namun, pemilihan produk yang tidak tepat, tak jarang malah membuat infeksi dan iritasi pada kulit. Selain produk kecantikan yang digunakan tidak sesuai dengan tipe kulit, banyak produk kecantikan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Permasalahan inilah yang kemudian dilihat oleh mahasiswi Institut Teknologi Surabaya (ITS) dengan menciptakan inovasi terbaru dalam produk kecantikan.

Dua mahasiswi ITS ini menciptakan masker wajah dari bahan alami, yakni sekam padi yang mengandung karbon aktif sebagai bahan yang sudah umum digunakan di industri kosmetik. Keduanya adalah Siti Muzaimatul Mamnu’ah dan Movilicia Wahyu Mustikasari, yang baru saja dinyatakan lulus dari Departemen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi, ITS.

Movi mengungkapkan bahwa alasannya memilih bahan baku karbon aktif dari arang sekam padi karena harganya terjangkau dan memiliki jumlah yang melimpah di Indonesia. “Setelah mendapatkan karbon aktif, saya dan Siti menggunakan bahan tersebut sebagai bahan baku pembuatan masker. Di samping itu, karbon aktif juga memiliki kemampuan mengabsorbsi bakteri, menyerap logam berat, gas, dan bahan kimia beracun lainnya,” ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kenali Perbedaan Jenis-jenis Pembersih Wajah Yuk!

Maraknya produk kecantikan berbahan dasar karbon aktif yang beredar di pasaran membuat Movi berinisiatif untuk menambahkan ekstrak mengkudu dan madu dalam produk yang dibuatnya ini. Dengan begitu, ia menjamin bahwa masker wajah yang dibuat bersama rekannya ini mampu menjaga kesehatan kulit, seperti menghilangkan komedo dan jerawat tanpa merusak pigmen dan kelembaban kulit.

“Kadar antioksidan yang tinggi dalam mengkudu yang mengandung phytochemical dan vitamin C dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan radikal bebas,” terangnya.

Ekstrak mengkudu sendiri menghasilkan bau yang menyengat. Maka, untuk menutupi hal itu, Movi dan Siti menambahkan madu sebagai bahan tambahan untuk masker. Selain karena kemampuannya mengurangi bau, madu juga dapat bertindak sebagai antibakteri. “Keberadaan madu dalam produk ini juga difungsikan sebagai pengawet masker,” paparnya.

Inovasi yang digarap di bawah bimbingan Ir. Agus Surono, M.T ini telah melalui beberapa tahap pengujian, di antaranya pengujian terhadap kadar pH, kandungan logam berat, serta mikroba. “Hasilnya menunjukkan produk ini telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam tiga parameter tersebut,” pungkas Movi.


Foto: Dok. ITS

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler