Ini Keseruan Festival Rujak Uleg 2019 di Surabaya

Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-726, Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar sejumlah acara tahunan yang menarik, salah satunya adalah Festival Rujak Uleg.

Pada tahun ini dihadirkan inovasi terbaru yakni pemecahan rekor MURI dengan menghadirkan cobek berdiameter 7,5 meter dan peserta terbanyak yang berjumlah 1.728 orang. Cobek raksasa ini terbuat dari batu gunung dengan diameter 250 cm, berat 1,5 ton, tinggi 30 cm, dengan tinggi dudukan cobek 140 cm yang dapat digunakan oleh 20-25 orang secara bersamaan.

Pembukaan festival ini diawali dengan kegiatan menguleg rujak secara bersama-sama antar peserta yang terdiri dari 31 kecamatan dan kelurahan se-Surabaya, perwakilan dari 36 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Komunitas WNA, perwakilan mahasiswa asing dari berbagai Universitas di Surabaya, serta komunitas dari berbagai daerah dan negara yang terdapat di Surabaya. 

“Tujuan dari festival ini adalah untuk meningkatkan aspirasi masyarakat terhadap makanan khas Surabaya dan mengajak masyarakat terutama anak muda untuk lebih mengenal dan mencintai kuliner khas Surabaya” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Aniek Sugiharti di Kantor Bagian Hubungan Masyarakat Kota Surabaya pada Minggu (17/03/2019).

Tak hanya itu, dengan diselenggarakannya festival ini, diharapkan dapat menarik para wisatawan, baik domestik maupun internasional untuk berkunjung ke Surabaya. 

Baca Ini Juga Yuk: Ini Kerja Sama Jatim dan Inggris untuk Dukung Pendidikan Vokasi

Acara festival rujak uleg ini dimulai pukul 07.00 WIB dan berisi serangkaian acara. Mulai dari lomba fashion show maskot dari setiap stand, lomba membuat rujak uleg ternikmat, dan penampilan band yang menyanyikan lagu-lagu khas Surabaya.

Antusias peserta semakin terasa dengan penampilan setiap stand yang dihias sesuai dengan dresscode. Ada yang berpenampilan gothic dengan darah dan wajah seram, ada yang bergaya dengan baju tradisional daerahnya, bahkan tak sedikit yang memanfaatkan berbagai limbah yang didaur ulang menjadi pakaian yang cantik nan modis.

Untuk menyeleksi 60 peserta terbaik ini dilakukan berdasarkan berbagai poin penilaian yang meliputi keunikan kostum, kesinambungan yel-yel, gerak, penataan meja, kelengkapan bahan, dan kebersihan meja. 

Acara Festival Rujak Uleg ini pun ditutup dengan penyerahan hadiah untuk 60 besar peserta yang kemudian diseleksi menjadi 10 peserta. Setelah itu seluruh peserta bernyanyi bersama ditemani oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang membawakan berbagai lagu khas Surabaya.  

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler