Oleh-oleh Ridwan Kamil dari Timur Tengah untuk Jabar

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Maroko, Alzajair, dan Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu. Ada hasil positif loh TemanBaik, khususnya bagi Jawa Barat. Mau tahu?

Dari kunjungan itu, ada oleh-oleh yang dibawa ke Jawa Barat. Oleh-oleh itu berupa beberapa program yang siap dijalankan oleh Jawa Barat dan masing-masing negara secepatnya.

Untuk Maroko, permerintah setempat akan menjadikan negaranya sebagai gerbang ekspor beragam produk Jawa Barat. Hal itu akan berdampak baik untuk perekonomian Jawa Barat. "Maroko, mereka akan jadi gerbang ekspor Jawa Barat ke kawasan Afrika," kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Senin (18/3/2019).

Berikutnya, dari hasil kunjungan ke Alzajair, pemerintah setempat akan membuat patung Presiden Pertama RI Ir Soekarno di salah satu kota di Alzajair. Itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah setempat kepada Soekarno.

Sebab, Soekarno berperan penting dalam menginspirasi Alzajair mengupayakan kemerdekaan. Salah satunya karena Presiden Maroko diundang ke Konferensi Asia Afrika (KAA). Padahal, saat itu Aljazair belum merdeka.

Baca Ini Juga Yuk: Keren Nih! Jabar Akan Dirikan Toko Kopi di Maroko

"Kongkretnya, kita diberikan semacam bundaran, akan dibuat monumen Bung Karno di sana. Akhir Juni akan diresmikan berbarengan dengan digelarnya Festival Soekarno di sana," ungkap Emil.

Sedangkan hasil kunjungan ke UEA salah satunya adalah akan ada partner atau rekanan dari mereka yang siap mewadahi ekspor produk UKM dari Jawa Barat. Hal itu akan memperlancar proses ekspor dari Indonesia ke Afrika yang selama ini banyak dikeluhkan. "Komplain dari Afrika itu kalau ekspor dari kita kelamaan," ucap Emil.

Di luar itu, Jawa Barat juga diberi ruang untuk mendirikan empat kedai atau toko kopi di tiga negara tersebut. Kopinya akan berasal dari Jawa Barat. Interior tempatnya juga akan menampilkan beragam keindahan Jawa Barat.

Berbagai hasil positifnya juga akan didapatkan. Tapi, menurut Emil hal itu harus dibahas lebih lanjut. Sebab, hasil yang didapat saat ini baru hasil pertemuan tahap pertama dengan para pejabat masing-masing negara. Dan yang terpenting, dari pertemuan pertama, sudah ada hasil baik sebagai pondasi awal.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler