5 Tokoh Arsitektur Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Kalau TemanBaik perhatikan, Indonesia memiliki banyak bangunan yang megah dan menakjubkan. Beberapa bangunan terkenal tersebut ternyata dibuat sendiri oleh arsitek Indonesia, loh. Berikut adalah 5 tokoh arsitektur Indonesia yang memiliki ciri khasnya masing-masing yang perlu kamu tahu.

Friedrich Silaban
Friedrich Silaban adalah seorang arsitek generasi awal di Indonesia yang karya-karyanya banyak menghiasi Kota Jakarta. Pria yang lahir pada 16 Desember 1912 ini adalah sosok di balik Monumen Nasional, Gelora Senayan dan Masjid Istiqlal.

Karya-karya Friedrich banyak memperoleh penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962.


Y.B Mangunwijaya
Pria bernama lengkap Yusuf Bilyarta Mangunwijaya adalah seorang arsitek yang lahir pada 6 Mei 1929. Ia juga kerap dijuluki sebagai 'Bapak Arsitektur Modern Indonesia'. Ciri khas arsitektur Mangunwijaya adalah memiliki kecenderungan bermain dengan warna, ruang, dan suasana. Hal ini menjadikan karya-karyanya dipenuhi dengan ungkapan bentuk yang beraneka ragam sehingga tampil unik.

Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah penghargaan 'Aga Khan' untuk arsitektur, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang untuk rancangan pemukiman di tepi Kali Code Yogyakarta.

Soejodi Wirjoatmodjo
Soejodi Wirjoatmodjo adalah arsitek yang lahir pada 27 Desember 1928. Salah satu karyanya yang dikenal seluruh Indonesia adalah gedung MPR-DPR di Senayan, Jakarta. Kehidupannya di Eropa memengaruhi Soejoedi dalam mendesain bangunan. Salah satu yang menginspirasinya adalah arsitek asal Swedia, Ralph Erskine.

Selain gedung MPR-DPR, ia merupakan sosok di balik bangunan restoran Braga Permai yang dahulu diberi nama 'Maison Bogerijen'. Awalnya restoran ini berbentuk mirip vila di Eropa yang ditandai dengan atap curam empat sisi yang disebut mansard.

Achmad Noeman
Achmad Noeman adalah sosok yang dikenal sebagai maestro masjid di Indonesia. Ia lahir di Garut pada 10 Oktober 1926. Ia juga merupakan salah satu pendiri Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Sejumlah karyanya antara lain Masjid Salman ITB, Masjid Amir Hamzah, Masjid at-Tin, Masjid Islamic Center, Masjid Soeharto di Bosnia, dan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Di antara karya-karyanya tersebut, Masjid Salman di ITB menjadi karya yang berbeda. Karena ia rancang tanpa kubah. 

Han Awal
Han Awal adalah arsitek yang turut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Arsip Nasional. Pria yang lahir pada 16 September 1930 ini dikenal sebagai arsitek pemugaran bangunan-bangunan tua. Karya-karyanya antara lain Gereja Katedral Jakarta, Gedung Arsip, Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota, dan Gereja Immanuel.

Karya-karya lainnya yang menonjol di Indonesia adalah Kampus Universitas Katolik Atma Jaya di Semanggi dan gedung sekolah Pangudi Luhur di Kebayoran Baru, Jakarta. Prestasinya dalam merancang bangunan meraih penghargaan 'Internasional Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage' untuk bangunan Gedung Museum Arsip Nasional.

Foto: Istimewa

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler