Cerita Unik Relawan saat Sosialisasi Pemilu ke Tunagrahita

Bandung - Para Relawan Demokrasi (Relasi) KPU Kota Bandung hari ini menggelar sosialisasi Pemilu 2019 di SPLB-C YPLB Bandung nih, TemanBaik. Sasarannya utamanya adalah pemilih pemula yang merupakan siswa tunagrahita.

Dalam sosialisasi itu, ada belasan siswa yang ikut sosialisasi. Belasan orangtua siswa yang kebetulan ada di lokasi juga diajak menjadi peserta sosialisasi.

Kebayang enggak TemanBaik bagaimana suasana sosialisasi itu dilakukan? Saat para Relasi memberikan pengetahuan, ada beberapa siswa yang selalu bercanda hingga berteriak-teriak. Kenapa seperti itu? Hal itu disebabkan para tunagrahita kadang sulit mengontrol emosinya. Mereka juga sulit berkonsentrasi.

Baca Ini Juga Yuk: Mengintip Sosialisasi Pemilu dalam Dua Bahasa di Bandung

Selain itu, ada juga yang selalu keluar-masuk ruangan. Ada siswa yang bolak-balik menghampiri pembicara sambil memperlihatkan KTP.

Dengan suasana seperti itu, para Relasi harus berusaha membuat sosialisasi pemilu agar mudah dimengerti. Harapannya, para siswa itu diharapkan mau datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan mau menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang.

"Inilah keunikan dari teman-teman anak disabilitas yang grahita ini. Ada yang hiperaktif, mereka kadang tidak bisa mengontrol emosi. Ini jadi tantangan bagi kami Relawan Demokrasi untuk bisa sabar dalam memberikan informasi. Keterbatasan pola pikir mereka juga membuat kami harus lebih sabar," kata Djumono, salah seorang anggota Relasi.

Dalam sosialisasi itu, anggota Relasi memberikan penjelasan tentang berbagai hal. Pelaksanaan pemilu, perbedaan surat suara, cara mencoblos, serta berbagai hal lain dijelaskan.

Di bagian akhir, para siswa diperlihatkan secara lebih dekat berbagai surat suara. Mereka diberi tahu bagian mana yang harus dicoblos.

Dengan cara itu, para siswa lebih antusias. Apalagi, para Relasi juga sesekali memberi penjelasan sambil mengajak mereka bercanda.

Sementara selain di SPLB-C YPLB Bandung, Djumono dan anggota Relasi lain akan terus berkeliling ke berbagai tempat untuk melakukan sosialisasi. Tapi, ia dan rekan-rekannya hanya fokus menyampaikan sosialisasi bagi penyandang disabilitas sebagai basisnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler