Jangan Panik! Lakukan Ini Jika Terjadi Kebakaran di Mal

Bandung - TemanBaik sudah tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran di mal dan kamu ada di dalamnya? Jika belum tahu, cek di sini yuk! Untuk pihak pengelola, sebaiknya segera imbau pengunjung dan orang-orang di dalam mal untuk keluar atau mencari tempat aman. Saat memberikan imbauan, upayakan tidak membuat pengunjung panik.

Berikan imbauan dengan kalimat yang mudah dimengerti dan mudah dijalankan pengunjung serta orang-orang di dalamnya. Hindari mengabarkan kondisi kebakaran secara detail.

Di saat yang sama, kerahkan petugas internal mal untuk segera memadamkan api. Jika diperkirakan tidak bisa menangani sendiri, segera hubungi petugas pemadam kebakaran.

"Pihak pengelola harus menenangkan pengunjung. Sebisa mungkin jangan membuat orang-orang merasa ada kebakaran di lokasi," kata Kepala Seksi Bina Partisipasi Masyarakat Diskar PB Kota Bandung Cecep Rustiana di sela simulasi kebakaran di Mal Festival Citylink, Kota Bandung, Rabu (27/3/2019).

Sedangkan bagi pengunjung, berpikirlah dan berusahalah bersikap tenang saat mengetahui ada kebakaran. Ikuti arahan petugas untuk keluar dari mal atau ke tempat aman. Upayakan tertib saat akan keluar. Jangan berdesakan atau mendorong orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Tindakan seperti itu justru akan membuat suasana di lokasi menjadi kacau.

Kunci dari penanggulangan kebakaran itu adalah pada pihak pengelola atau manajemen mal. Mereka harus terlatih agar saat terjadi kebakaran tahu langkah apa saja yang harus dilakukan.

Baca Ini Juga Yuk: Antisipasi Bencana, Persiapkan Tas Siaga Yuk!

Saat kebakaran terjadi, siapa yang berusaha memadamkan api harus jelas, siapa yang menghubungi pemadam kebakaran, siapa yang mengimbau pengunjung agar tidak panik, siapa yang mengarahkan jalan, hingga siapa yang memastikan instalasi listrik agar tetap aman, Semuanya harus jelas.

Simulasi kebakaran pun disarankan digelar secara rutin, minimal satu tahun sekali. Tujuannya agar pengelola mal terbiasa menghadapi situasi saat terjadi kebakaran. "Keandalan (pengelola mal dalam menangani kebakaran) ini yang membuat orang sekitar tidak panik dan semuanya terkendali," jelas Cecep.

Ia pun menilai simulasi kebakaran yang dilakukan di Mal Festival Citylink sebagai langkah bagus, Apalagi, menurutnya manajemen mal sudah menerapkan berbagai standar dan paham apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran.

Simulasi semacam itu harusnya diikuti oleh pengelola tempat publik seperti mal, hotel, maupun tempat lainnya."Saya sarankan kepada semua pemilik gedung untuk melakukan simulasi seperti ini. Sehingga saat kejadian semua bisa terkendali," ujar Cecep.

Sementara itu, Marketing Communication Manager Festival Citylink Andri Andri Wibowo mengatakan pihaknya selalu rutin mengadakan simulasi kebakaran setiap tahun, Meski pengelola sudah paham apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, tapi mereka perlu terus dilatih melalui simulasi."Kegiatan seperti ini harus selalu dilatih dan terus diingatkan, Itu kenapa kita selalu melakukan simulasi ini rutin setahun sekali," ucap Andri.

Sementara dalam simulasi kebakaran itu, dibuat skenario semirip mungkin dengan suasana kebakaran. Petugas pemadam berusaha memadamkan api dan menyelamatkan para korban. Di sisi lain, petugas mal melakukan berbagai langkah, salah satunya menggiring pengunjung keluar ke tempat lain. Beberapa mobil pemadam kebakaran juga dihadirkan di lokasi, mobil ambulans, serta berbagai perlengkapan lainnya.

Simulasi pun sempat diduga benar-benar kebakaran. Sehingga, banyak warga yang melintas ke lokasi berkerumun di area luar mal untuk melihat aksi petugas. Setelah satu jam simulasi dilakukan, kegiatan pun selesai. Aktivitas di mal pun kembali normal setelah sempat berhenti.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler