Satgas Antimafia Sepakbola Ungkap Ragam Kasus Nih, Apa saja?

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan ada Satgas Antimafia Sepakbola yang dibentuk pada Desember 2018 lalu? Satgas yang diketahui Brigjen Pol Hendro Pandowo itu pun langsung ngebut bertugas.

Enggak sia-sia loh, TemanBaik. Beberapa kasus pengaturan skor sudah terungkap dan kini sedang ditangani. Mau tahu jumlahnya berapa?

"Saat ini kita sudah menangani 16 tersangka, tujuh tersangka di antaranya sudah dilakukan penahanan. Berkas perkara ada 19 perkara dan segera dituntaskan," kata Hendro dalam Focus Group Discussion (FGD) Membangun Masa Depan Sepakbola Indonesia Bersama Satgas Antimafia Bola di Hotel El Royale, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019).

Tim Satgas yang berjumlah 179 personel itu pun terus bekerja untuk menuntaskan beragam kasus dalam sepakbola Indonesia, khususnya penyuapan dan pengaturan skor pertandingan. Tujuannya demi menjawab harapan publik yang ingin terjadi perbaikan dalam sepakbola Indonesia.

"Tentunya Satgas tetap harus bekerja. Semoga bisa menuntaskan kasus-kasus demi sepakbola Indonesia yang lebih bersih, bermartabat, dan berprestasi," jelas Hendro.

Baca Ini Juga Yuk: Selain Bikin Bangga, Ini yang Bisa Dipetik dari Timnas U-22

Sementara dalam FGD tersebut, beberapa narasumber dihadirkan, mulai dari Ketua Asprov Jawa Barat PSSI Tommy Apriantono, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Ketua DPC AAI Bandung Wenda S Aluwi, dan pengamat sepakbola Tommy Welly.

Beberapa perwakilan klub juga hadir, di antaranya dari Persiwa Wamena dan PSGC Ciamis. Hadir juga beberapa petinggi organisasi suporter Persib.

Melalui FGD, diharapkan akan lahir berbagai pandangan untuk perbaikan sepakbola nasional. Apalagi, FGD itu dihadiri langsung oleh Hendro Pandowo dan berbagai pihak terkait.

"Melalui kegiatan ini saya berharap semua pihak mampu menuangkan pandangan positifnya untuk perbaikan sepakbola Tanah Air agar Indonesia mampu kembali menjadi Macan Asia," tutur perwakilan panitia FGD Remy Suryadie.

Dalam FGD itu, Wenda yang jadi salah seorang narasumber menyampaikan ide sekaligus harapannya. Ia berharap Satgas menjadi lembaga permanen dan tugasnya meningkat bukan hanya menyentuh ranah sepakbola, tapi juga mengawal olahraga lainnya.

"Mungkin enggak kalau Satgas ini dibentuk jadi lembaga seperti BNN. Jadi ada satu lembaga khusus tersendiri, bukan hanya menangani sepakbola, tapi juga untuk menangani (kasus) di olahraga lain," tutur Wenda.

Hal itu pun mendapat dukungan dari Dirijen Viking Persib Club Yana Umar. Sedangkan perwakilan Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) menyarankan penggunaan video assistant refferee (VAR) dalam pertandingan sepakbola.

Dengan penggunaan VAR, kecurangan atau kesalahan wasit bisa diminimalisir. Selain itu, VAR juga akan bisa jadi bahan untuk analisis suatu pertandingan diwarnai kecurangan atau tidak.

Beberapa masukan lain pun terungkap. Harapan besarnya, beragam masukan positif itu akan ditindaklanjuti para pihak terkait.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler