Viralkan Potensi di Pelosok, Jabar Luncurkan Patriot Desa Digital

Bandung - TemanBaik yang ada di desa, gabung jadi Patriot Desa Digital yuk. Program digitalisasi ini, siap ngajak anak milenial di berbagai pelosok di Indonesia untuk menjawab kompetisi di era revolusi industri 4.0. Jadi, ayo mulai viralkan apa yang hebat di desamu.

Jawa Barat jadi pilot project program ini loh. Enggak tanggung - tanggung, transformasi ini siap melibatkan para patriot di lebih dari 500 desa di seluruh Jabar.

"Patriot Desa Digital juga siap mendukung visi Jawa Barat sebagai provinsi digital. Dalam 5 tahun ke depan pembangunan yang berbasis digital seperti infrastuktur, layanan publik hingga e-commerce, 60 persen dari energinya akan difokuskan di pedesaan," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai meresmikan Patriot Desa Digital di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin (1/4/2019).

Enggak sendiri, digitalisasi melalui program ini juga berkolaborasi dengan berbagai pihak loh mulai dari kalangan bisnis, perguruan tinggi hingga media. Bahkan kolaborasi ini juga didukung Telkomsel untuk memperkuat dari sisi infrastuktur dan pelatihan buat anak muda di pedesaaan.

"Kita semua berharap, akselerasi pembangunan di pedesaan bisa terwujud lewat dukungan ekosistem digital ini. Makanya kita berkolaborasi secara pentahelix, salah satunya dengan Telkomsel yang nanti akan membantu pembangunan infrastuktur untuk desa yang masih zona merah. Kalau sinyal bagus, semua layanan publik dan E-commerce di desa juga bisa dipercepat," ungkapnya.

Director Human Capital Management Telkomsel Irfan A. Tachrir menambahkan, Patriot Desa Digital merupakan program Corporate Social Responsibilty Telkomsel yang menginisiasi adanya komunitas berliterasi digital. Tujuannya sih untuk meningkatkan perekonomian warga desa atau pinggir kota kecil.

"Melalui Patriot Desa Digital kami ingin menciptakan banyak local hero sebagai Patriot Desa Digital yang melek teknologi, menciptakan lapangan kerja baru di era digital serta membantu bisnis masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," terang Irfan.

Enggak hanya di Jabar, program ini juga diselenggarakan di 5 kota di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar. Program keren ini mengandalkan banget loh konsep kolaborasi. Misalnya dengan melibatkan lembaga keuangan non-bank Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

"Para Patriot Desa Digital terpilih akan mengikuti workshop Training of Trainer yang berisi aktivitas Focus Discussion Group dan pendalaman materi mengenai digital marketing, fitur aplikasi, role play, serta pembentukan online forum sebagai sarana komunikasi dan informasi,"katanya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler