Siberkreasi Luncurkan Buku Digital Tentang Demokrasi Damai

Jakarta - Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali meluncurkan program andalan dan seri buku literasi digital. Program unggulannya yaitu Pandu Digital, School of Influencer dan Saka Milenial peningkatan kompetensi literasi digital bagi gerakan Pramuka bekerja sama dengan Kwarda Pramuka Jawa Tengah.

Acara ini digelar di Jakarta, Senin (1/4/2019) dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Program ini diluncurkan untuk meningkatkan kompetensi pengguna internet Indonesia.

Tiga program ini diresmikan bersamaan dengan peluncuran delapan buku literasi digital dan bunga rampai dalam rangka menyambut pemilu serentak April 2019 berjudul 'Demokrasi Damai Era Digital' yang berisi 30 tulisan.

Sejak Januari 2018, Siberkreasi telah meluncurkan 65 buku dengan berbagai topik yang mendukung kerangka literasi digital. Buku-buku tersebut dapat diakses, diunduh, dan diperbanyak secara bebas melalui laman web http://literasidigital.id/.

Hingga saat ini, jumlah unduhan sudah mencapai 150.000 kali. Tema-tema buku beragam mulai dari pola asuh digital, ekonomi digital, keamanan siber, tutorial bermedia sosial, hingga buku kerja khusus bagi anak muda maupun anak-anak.

"Kementerian Kominfo selalu mendukung inisiatif lintas-pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Maka kami mengapresiasi upaya yang telah
dilakukan oleh Siberkreasi beserta jejaring mitranya. Semoga apa yang diluncurkan hari ini dapat menjadi pemicu inisiasi lainnya demi mewujudkan masyarakat informasi Indonesia yang lebih berdaya," ujar Menteri Kominfo Rudiantara saat ditemui di acara peluncuran.

Di peluncuran buku kali ini, Siberkreasi secara khusus merespon riuh-rendah pemanfaatan ruang-ruang siber untuk menunjang praktik demokrasi. Kementerian Komunikasi dan
Informatika melaporkan bahwa tren hoaks menungkat jelang pemilu. Pada bulan Maret 2019 saja ditemui 380 konten hoaks yang disebarkan lintas-platform media sosial dengan isu politik yang mendominasi. Karena itu, untuk menyebarkan pesan damai dan mengembalikan media sosial sebagai ruang diskusi yang demokratis, GNLD Siberkreasi menjalankan roadshow literasi digital #SemaiDamai yang diisi program pelatihan Pandu Digital (http://pandudigital.id) dan lokakarya bagi kreator konten School of Influencer.

"Untuk menjamin demokrasi Indonesia yang praktiknya merambah dunia digital, kompetensi literasi digital kian urgen dimiliki masyarakat. Apalagi Indonesia tengah menghadapi gelombang disinformasi jelang pemilu serempak mendatang. Kami menempuh jalur edukasi melawan hoaks, produksi konten positif, dan peningkatan kesadaran publik terkait keberagaman," tutup Dedy Permadi, Ketua Umum GNLD Siberkreasi.

Di kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo juga memperkenalkan program seleksi nasional produk TIK karya anak bangsa "IdenTIK" dan eksibisi teknologi terkini melalui perhelatan "Republik Internet of Things (RIoT)". Selain itu, juga dipaparkan perkembangan hasil riset Indeks Literasi Digital di empat (4) kota besar: Surabaya, Pontianak, Denpasar, dan Bandung yang disusun oleh Tim Riset GNLD Siberkreasi.

Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler