Tantangan Baca Pemprov DKI Jakarta Buat Warganya, Seperti Apa Ya?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada awal April ini, secara resmi mengeluarkan sebuah program, yakni tantangan baca selama 30 hari bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat Jakarta.

Lahirnya tantangan ini, dilatar belakangi karena rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Hasil riset Most Littered Nation In The World yang diadakan di Central Connecticut State University pada tahun 2016, menunjukan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-60 dari 61 negara.

Padahal, infrastruktur baca di Indonesia lebih tinggi peringkatnya dibandingkan negara-negara di Eropa. Namun banyaknya insfrastruktur baca, seperti perpustakaan atau taman baca, tidak dibarengi dengan minat baca dari masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, berupaya untuk menghidupkan dunia literasi lewat gerakan BacaJakarta yang diselenggarakan sejak 1 April hingga 30 April 2019.

Dalam gerakan BacaJakarta, terdapat 100 ruang baca di Jakarta yang sudah terlibat. Adapun ruang baca tersebut yakni, RPTRA, Taman Baca, Perpustakaan Daerah, dan ruang baca lainnya.

Peserta dari gerakan baca ini adalah anak-anak usia 7 - 12 tahun. Di mana, minat baca harus ditanamkan sejak usia dini, sehingga ke depannya mereka akan suka membaca. Para peserta tersebut akan membaca sekitar 15 - 30 menit perharinya, kemudian mereka diminta untuk menuliskan Peta Cerita yang berisikan pengalaman membaca.

Tidak hanya anak-anak yang dapat bergabung dalam tantangan ini. Para remaja ataupun orang-orang dewasa juga dapat menunjukan kontribusi mereka dalam tantangan BacaJakarta sebagai relawan. Setiap relawan bertugas untuk menjadi pendamping dan dokumentasi.


Foto : Humas Pemprov DKI Jakarta



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler