Wah! 1493 Desa Adat di Bali Bakal Dipasangi Wifi Gratis

Negara - Sejak November 2018 lalu Pemerintah Provinsi Bali mulai memasang fasilitas wifi gratis untuk seluruh desa adat di Bali. Total akan ada 1.493 desa adat yang akan dipasangi fasilitas wifi gratis ini.

Dengan fasilitas Wifi gratis di balai desa adat ini nantinya bisa menjadi 'Balinese Culture Meeting Point' . Artinya, balai desa adat dimanfaatkan menjadi berbagai pusat kegiatan, baik pengembangan kebudayaan, kehidupan sosial, maupun ekonomi.

Program Wifi gratis di seluruh Bali bertajuk 'Bali Smart Island' ini secara resmi diluncurkan Gubernur Wayan Koster di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Dauhwaru, Rabu (10/4/2019). Melalui layanan internet gratis yang dipasang di masing-masing wantilan desa adat ini, pihaknya mengharapkan peningkatan kualitas SDM.

"Di Bali ada 1.493 desa adat, semuanya akan dapat layanan internet gratis. Selain itu, sekolah, Puskesmas, dan destinasi wisata juga semua dapat akses internet lebih mudah untuk keperluan banyak hal yang bermanfaat," ujar Gubernur Koster. Ia mengaku sudah menyiapkan SOP menyangkut layanan Wifi gratis ini, agar tidak disalahgunakan untuk mencari hal-hal yang bersifat negatif.   

Menurut Koster, penyediaan Wifi gratis menuju 'Bali Smart Island' ini juga dijalankan untuk integritas kesatuan wilayah. Melalui layanan internet gratis di desa adat ini, juga bisa menjadi akses untuk memperluas pemasaran produk-produk lokal di masing-masing desa. Selain itu, juga memperkuat kepariwisataan, budaya, kesehatan, dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global yang dimiliki. 

Baca Ini Juga Yuk: BASAbali Wiki, Cara Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Teknologi

Peluncuran layanan internet gratis ini, kata Koster, sekaligus momentum memulai kreativitas dan inovasi dalam dinamika perubahan yang begitu cepat, tanpa melupakan akar budaya Bali sebagai spirit dalam mewujudkan Krama Bali Sejahtera. "Bali Smart Island ini kami harapkan dimanfaatkan seluruh komponen masyarakat untuk memperoleh informasi yang positif dan berguna sebagai referensi pengetahuan dalam memperkuat karakter budaya Bali secara umum," papar Gubernur Koster.

Gubernur juga berharap akses Wifi bisa membantu meningkatkan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya, kesehatan, dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global serta dinamika zaman. "Akses Wifi gratis ini diharapkan dapat menyentuh seluruh komponen masyarakat, baik itu desa adat, objek pariwisata, Puskesmas, maupun sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK, semuanya harus dapat untuk mendukung revolusi industri 4.0, mendukung Bali Era Baru," katanya.

Penyediaan layanan internet gratis ini sudah dimulai sejak November 2018. Dari target 180 akses poin layanan internet gratis tahun 2018, sudah terealisasi 311 akses poin. Sedangkan di tahun 2019, ditargetkan pemasangan 1.825 akses poin Wifi gratis, dengan lokasi penempatan di wantilan desa adat sebanyak 1.371 akses poin, Puskesmas (107 akses poin), objek wisata seba (203 akses poin), SMA/SMK/SLB (132 akses poin), dan public area (12 akses poin). Hingga April ini, sudah terpasang 640 akses poin atau 35,07 persen dari total target 1.825 terpasang tahun 2019 . 

Sampai tahun 2020 mendatang, ditarget pemasangan Wifi gratis sebanyak 4.157 akses poin. Khusus di Jembrana, pada tahun 2018 sudah mendapat 25 akses poin Wifi gratis, sementara pada 2019 dapat jatah 89 akses poin, dan tahun 2020 mencapai 209 akses poin. 

I Nengah Rinata, Kepala Adat Desa Dauhwaru usai peluncuran berharap masyarakat, terutama Sekaa Teruna Teruni (Organisasi Pemuda Desa) di desanya, bisa memanfaatkan fasilitas Wifi gratis ini dengan datang ke wantilan dan mengakses situs-situs penting. 

Akses Wifi gratis ini, kata Rinata, juga diharapkan bisa digunakan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menangah (UMKM) untuk memasarkan produk kerajinan mereka, sehingga mampu menembus pasar global. Fasilitas Wifi gratis ini bisa menggugah ekonomi kerakyatan. "Jadi, intinya bisa meningkatkan perekonomian lokal," harapnya.

Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler