Mengenal 3 Sosok Menteri Perempuan Indonesia di Masa Lalu

Bandung - Kiprah perempuan di pemerintahan Indonesia tak hanya ada di era sekarang aja, tapi sudah dimulai sejak dahulu. Banyak sosok perempuan yang juga memiliki andil dalam memajukan Bangsa Indonesia.

Sosok-sosok perempuan di masa lalu juga banyak menginspirasi loh, seperti tiga menteri perempuan berikut ini. Yuk kita mengenal lebih dalam dengan sosok-sosoknya!

Maria Ulfah

Maria Ulfah adalah salah satu mantan Menteri Sosial pada Kabinet Sjahrir II. Ia lahir di Banten, 18 Agustus 1911 dan meninggal di Jakarta pada 15 April 1988. Pada tahun 1934, Maria Ulfah menjadi guru di sekolah menengah Muhammadiyah dan Perguruan Rakyat. Ia juga aktif menggelar kursus pemberantasan buta huruf bagi ibu-ibu di Salemba tengah dan Paseban. 

Maria Ulfah juga memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dalam Kongres Perempuan Indonesia kedua di Batavia pada 1935. Menjelang proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945, Maria Ulfah menjadi anggota BPUPKI dan berhasil memasukkan pasal  27 UUD 1945 tentang kesetaraan warga negara di dalam hukum tanpa pengecualian. Ia juga mengeluarkan Maklumat Kementerian Sosial tentang Hari Buruh Sedunia.

Sejak tanggal 19 Agustus 1947 hingga September 1962, Maria Ullfah menjabat sebagai Sekretaris Perdana Menteri dan Sekretaris Dewan Menteri, selanjutnya jabatan  tersebut dirumuskan menjadi Direktur Kabinet RI. Sejak tahun 1950-1961, Maria Ullfah menjabat sebagai ketua Sekretariat Kongres Wanita Indonesia.

Surastri Karma Trimurti

Surastri Karma Trimurti atau disebut S.K. Trimurti adalah seorang Menteri Tenaga Kerja pertama di Indonesia dari tahun 1947-1948, di masa Perdana Menteri Indonesia Amir Sjarifuddin. S.K. Trimurti lahir di Kabupaten Boyolali, 11 Mei 1912 dan wafat di Jakarta, 20 Mei 2008. S.K. Trimurti menempuh pendidikan di Noormal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). 


Selain sebagai menteri perempuan, ia juga dikenal sebagai wartawan, penulis, dan guru Indonesia yang mengambil gerakan kemerdekaan Indonesia. Dia juga turut mendirikan Gerwis, sebuah organisasi perempuan Indonesia, pada tahun 1950, yang kemudian berganti nama sebagai Gerwani.

Lasiyah Soetanto

Lasiyah Soetanto adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1983-1987. Ia lahir di Bantul, Yogyakarta pada 13 Agustus 1924 dan wafat pada 2 November 1987. Awal karirnya dimulai sebagai guru Christelijke Schakel di Wonogiri pada tahun 1941. Kemudian ia menjadi guru Neutraal School, SMP Puro Pakualaman, SGA Stella Duce, dan SMA Bopkri di kota yang sama yaitu Yogyakarta.

Lasiyah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, sebelum menjabat sebagai menteri, ia sempat duduk sebagai anggota MPR/DPR-RI, dari unsur Golkar. Kala itu, Lasiyah menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kongres Wanita Indonesia (DPP Kowani). Ia meninggal ketika masih menjabat sebagai Menteri Negara Peranan Wanita dan digantikan Sulasikin Murpratomo.


Foto: Istimewa
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler