5 Fakta Menarik Seputar Hari Buku Sedunia

Bandung - Kamu tahu enggak TemanBaik kalau setiap tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Internasional? Hari Buku Internasional atau dikenal juga sebagai Hari Cipta Buku atau Hari Buku Sedunia merupakan perayaan tahunan yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan dan hak cipta. Momen tahunan ini punya sejarah yang menarik loh, berikut adalah lima fakta menarik seputar Hari Buku Sedunia yang perlu kamu tahu.

Hari Meninggalnya Penulis Terkenal
Pada tahun 1955 UNESCO menetapkan Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia pada tanggal 23 April. Tanggal ini dipilih untuk mengenang hari kematian William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega, serta hari lahir atau kematian beberapa penulis terkenal lain.

Berawal dari Festival Buku
Pada 23 April 1923 diselenggarakan festival buku La Diada de Sant Jordi alias Sant Jordi di Catalunya, Spanyol. Festival ini digelar para pedagang buku pada momen perayaan tahunan masyarakat Catalan. Sebelum tahun 1923, festival diadakan untuk memperingati hari kematian Saint George, santo pelindung dari Catalunya. Saat itu hanya identik dengan pemberian mawar merah kepada teman-teman, anggota keluarga dan pasangan. Namun sejak 1923 Sant Jordi juga dikenal identik dengan pemberian buku dan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan buku.


Hari Buku Sedunia di Indonesia 
Meski telah ditetapkan UNESCO sejak tahun 1955, di Indonesia peringatan ini baru dimulai pada tahun 2006 yang diprakarsai oleh Forum Indonesia Membaca. Peringatan Hari Buku Sedunia ini dibuat dengan harapan dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.  

Ibu Kota Buku Dunia
Sebagai salah satu bentuk perayaan Hari Buku Sedunia, UNESCO menggandeng organisasi yang terkait dengan industri buku untuk memilih Ibu Kota Buku Dunia (World Book Capital). Negara yang menjadi Ibu Kota Buku Dunia akan 'bertugas', pada tanggal 23 April tahun tersebut hingga 22 April tahun berikutnya.

Kota-kota yang pernah terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia antara lain Madrid (2001), Alexandria (2002), New Delhi (2003), Antwerp (2004), Montreal (2005), Turin (2006), Bogota (2007), Amsterdam (2008), Beirut (2009), Ljubljana (2010), Buenos Aires (2011), Yerevan (2012), Bangkok (2013), Port Harcourt (2014), Incheon (2015) dan Wroclaw (2016). Serta Conakry (2017), Athens (2018) dan Sharjah (2019). Kabarnya, Kuala Lumpur bakal jadi Ibu Kota Buku Dunia pada tahun 2020. 

Hari Buku Sedunia di Beberapa Negara
Berbagai negara menyelenggarakan perayaan World Book Day dengan cara yang beragam loh. Di Brazil, hari Buku Sedunia diperingati dengan cara menyampaikan kampanye mengenai kesusastraan untuk anak-anak yang dilakukan oleh berbagai toko buku. 

Sedangkan di Mexico sejak tahun 2008 memperingati World Book Day dengan mengadakan pembacaan buku di depan publik selama 12 jam berturut-turut yang bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan kecintaan terhadap buku. Lain. Kalau di Bosnia, perayaan World Book Day dilakukan dengan melaksanakan Pesta Buku Internasional.

Foto: Pixabay

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler