Ramadan Rawan Kebakaran, Tingkatkan Kewaspadaan Ya!

Bandung - TemanBaik tahu enggak jika saat Ramadan rawan terjadi kebakaran? Itu karena aktivitas di dapur warga mengalami peningkatan.

Jika biasanya saat dini hari warga tidak memasak, saat Ramadan justru mereka memasak untuk santap sahur. Kebayang kan bagaimana mata harus berkompromi menahan kantuk tapi di saat yang sama harus memasak?

Saat seperti itu, tingkat kelengahan akan meningkat. Bisa saja mereka yang memasak justru ketiduran sambil menunggu masakannya matang. Kebayang jika kompor terus menyala? Bisa-bisa kebakaran pun terjadi.

"Biasanya penyebab kebakaran (saat Ramadan) itu salah satunya kelalaian saat memasak," kata Kepala Seksi Pengendali Operasi Pemadaman Diskar PB Kota Bandung Asep Rahmat di sela simulasi kebakaran di mal BIP, Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).

Selain dini hari, kebakaran juga rawan terjadi saat sore menjelang magrib. Sebab, saat itu banyak warga yang memasak untuk hidangan berbuka puasa.

Salah satu kelengahan yang biasanya terjadi adalah mereka yang memasak melakukan kegiatan lain. Misalnya, saat masak, ibu-ibu justru keluar rumah untuk ke warung atau berbincang dengan tetangga. Sedangkan masakannya ditinggal dengan kondisi kompor menyala.

Hal sederhana seperti itu justru bisa berdampak fatal. Sebab, bisa saja mereka yang memasak justru lupa sedang memasak. Ujungnya, kebakaran bisa terjadi.

Risiko kebakaran pun bisa meluas di area pemukiman warga. Apalagi jika rumah-rumah di lokasi tergolong padat dan banyak terdapat bahan bangunan yang mudah terbakar.

Bukan hanya di pemukiman warga, risiko kebakaran juga cukup besar di tempat seperti kafe, restoran, dan tempat makan lainnya, termasuk mal. Sebab, frekuensi memasak biasanya meningkat tajam saat sore hingga malam. Itu berbeda dengan hari-hari biasa.

Asep pun mengimbau agar warga dan pengelola tempat makan dan mal untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika memasak, sebaiknya fokus dan jangan meninggalkannya. Usahakan juga jangan sampai tertidur atau sengaja meninggalkannya.

Diskar PB sendiri terus melakukan penyuluhan penanganan dan pencegahan kebakaran pun terus dilakukan terhadap berbagai pihak. "Kita terus melakukan penyuluhan ke masyarakat. Sehingga, minimal mereka akan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran," jelas Asep.

Sementara itu, simulasi kebakaran di mal BIP sendiri dilakukan untuk melatih kesiapsiagaan para pegawai di sana dalam menghadapi kebakaran. Hal itu juga dilakukan untuk persiapan menghadapi Ramadan. Para pegawai di sana dilatih agar bisa memadamkan api dengan menggunakan berbagai alat, mulai dari karung goni hingga alat pemadam api ringan (APAR). 

"Kita melakukan ini agar semuanya siap siaga mengantisipai kebakaran. Minimal kita bisa mengantisipai sejak dini jika terjadi kebakaran sebelum petuga pemadam datang," ucap Marketing Communication Manager IP dan BIP Lippo Malls Indonesia Aditia Fahmi.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler