Sejoli Tunanetra Ini Ungkap Bahagianya Menikah Jelang Ramadan

Bandung - TemanBaik, ada cerita indah nih dari sejoli yang keduanya sama-sama tunanetra. Sang pria bernama Ajat (58) dan perempuannya bernama Yayah (42). Mau tahu cerita indah mereka?

Bagi Ajat dan Yayah, hari ini, Rabu, 24 April 2019 menjadi hari bersejarah dalam kehidupannya. Keduanya resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka jadi satu dari delapan pasangan yang menikah massal di Pendopo Kota Bandung dalam kegiatan Mimbar Duafa.

Pasangan ini sama-sama warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Tapi, keduanya punya kesempatan besar untuk menikah setelah menghubungi panitia kegiatan. Hingga akhirnya, hari ini senyum Ajat dan Yayah mengembang manis usai sah jadi suami-istri.

Rasa senang dan bahagia pun sulit diungkapkan. Mereka seolah larut dalam kebahagiaan sehingga sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Mereka lebih banyak tersenyum bahagia. Saat diajak berbincang, senyum keduanya seolah sulit terlepas.

Kisah cinta mereka diawali melalui pengajian di Tasikmalaya yang jadi pertemuan awal keduanya pada Agustus 2018. Dari sana, jalinan cinta mulai tersemai hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Tapi, biaya menjadi kendala. Sehingga, saat ada kesempatan untuk menikah massal, Ajat dan Yayah sangat antusias. Sebab, ikatan cinta mereka bisa disatukan secara resmi. Bahkan, tempat menikah pun sangat istimewa karena Pendopo Kota Bandung merupakan rumah dinas Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Usai menikah, Ajat dan Yayah pun tidak muluk-muluk merencanakan bulan madu. Sebab, ia tidak punya banyak uang. Yang akan dilakukan hanya tinggal bersama.

Baca Ini Juga Yuk: Mau Menikah di Luar Negeri? Catat Syarat Administrasinya

Keduanya pun tidak sabar menantikan datangnya bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari ke depan. Mereka ingin menjalani Ramadan dengan kebersamaan yang penuh cinta. "Kita mau bisa sahur bareng, buka bareng, tarawih bareng," ujar Ajat.

Yayah pun tersipu mendengar ucapan Ajat. Ia kemudian berkata ingin menjalani kebersamaan dengan sang suami. Sebab, selama ini menikah menjadi harapannya yang harus tertunda hingga umur 42 tahun.

Disinggung soal keinginan mendapatkan momongan, Ajat mengatakan mendapatkan satu anak pun akan sangat disyukurinya. Hadirnya buah hati akan jadi pelengkap kebahagiaan mereka. "Saya mah punya satu anak juga cukup," ucapnya.

Sementara usai menikah dan tinggal bersama, Ajat dan Yayah akan bersama-sama mencari rezeki. Mereka bakal melanjutkan profesi sebagai tukang pijat yang sudah dilakoni masing-masing sejak lama.

Jika ada rezeki lebih, keduanya ingin memiliki warung untuk menopang ekonomi. Sebab, mereka ingin mandiri tanpa menyusahkan orang lain. Keterbatasan penglihatan bagi mereka bukan jadi alasan untuk berdiam diri dan dikasihani. Di balik keterbatasannya, Ajat dan Yayah justru ingin membuktikan pada dunia bahwa mereka bisa seperti orang lain dengan penglihatan normal.

Ajat sendiri sebelumnya punya penglihatan normal. Tapi, secara perlahan penglihatannya terus berkurang. Hingga akhirnya saat usia 25 tahun, ia kehilangan total seluruh penglihatannya. Tapi, ia terus menempa diri agar punya kemampuan dan tidak bergantung pada orang lain.

Ia pernah menjalani berbagai usaha, mulai dari membuat tempe hingga kursi. Hingga akhirnya, sejak 1991 ia mantap menjadi tukang pijat setelah belajar memijat selama setahun.

Sementara Yayah merupakan tunanetra sejak lahir. Ia pun punya motivasi besar untuk tidak tergantung pada orang lain dan tidak ingin dikasihani. Sehingga, ia pada akhirnya menjadi tukang pijat.

Keren kan TemanBaik semangat Ajat dan Yayah? Di balik keterbatasannya, mereka punya tekad kuat untuk menjadi sosok hebat yang tidak tergantung pada orang lain. Doakan juga yuk, semoga Ajat dan Yayah menemukan kebahagiaan dari pernikahannya.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler