Mengenal 5 Bendungan Baru di Jawa Tengah

Bandung - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan jumlah tampungan air loh, TemanBaik. Tujuan besarnya untuk mendukung ketahanan pangan dan air.

Salah satu kegiatan yang dilakukan Kementerian PUPR adalah terus menggeber penyelesaian pembangunan lima bendungan baru di Jawa Tengah. Kehadiran lima bendungan itu nantinya akan mendukung target menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi lumbung pangan nasional loh.

TemanBaik mau tahu lima bendungan baru itu dan manfaatnya? Yuk, simak ulasannya di sini!

1. Bendungan Gondang
Bendungan ini pembangunannya menghabiskan dana Rp762 miliar. Dibangun sejak 2014, pembangunan ditargetkan selesai pertengahan tahun ini. Saat ini, progres pembangunan fisiknya sudah mencapai 91 persen.

Bendungan ini terletak di Kabupaten Karanganyar. Pembangunannya dilakukan Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 9,15 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 36,10 hektare.

Manfaatnya, bendungan itu nantinya bakal menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 4.680 hektare di Kabupaten Karanganyar dan Sragen. Bendungan ini juga punya manfaat lain, mulai dari sumber air baku, mereduksi banjir, konservasi air, destinasi wisata, hingga jadi kawasan konservasi daerah aliran sungai (DAS).

2. Bendungan Pidekso
Bendungan ini terletak di Wonogiri. Pembangunannya dimulai sejak 2015 dan ditargetkan selesai 2021 mendatang. Saat ini, bendungan yang menelan dana Rp436 miliar itu progres pembangunan fisiknya sudah 50 persen. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 25 juta meter kubik dan direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektare dan suplai air baku sebanyak 300 liter/detik.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Jateng Dinobatkan Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

3. Bendungan Bener
Lokasi bendungan ini ada di Kabupaten Purworejo. Bendungan ini ditargetkan selesai pembangunannya pada 2023 mendatang. Bendungan dengan biaya Rp3,7 triliun itu akan memiliki kapasitas tampung 90,4 juta meter kubik. Bendungan ini bisa dimanfaatkan untuk irigasi seluas 15.519 hektare dan penyediaan air baku mencapai 1,5 meter kubik per detik. Bendungan ini juga akan berfungsi sebagai pengendali banjir dan pembangkit listrik.

4. Bendungan Randugunting
Bendungan ini terletak di Kabupaten Blora. Biaya untuk membangun bendungan ini mencapai Rp858,8 miliar. Jika tuntas dibangun, bendungan ini akan mampu mereduksi banjir sebesar 81,42 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan ini bakal menyediakan air baku untuk irigasi seluas 630 hektare dan air baku sebanyak 150 liter per detik. Bendungan ini juga akan jadi destinasi wisata baru di Blora.

5. Bendungan Jlantah
Bendungan di Karanganyar ini menelan biaya pembangunan Rp965,5 miliar. Bendungan ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya KSO.

Jika rampung dibangun, bendungan ini akan menjadi penyuplai air irigasi untuk area seluas 1.493 hektare. Bendungan ini juga bakal jadi penyedia air baku sebanyak 0,15 meter kubik per detik dan sumber air untuk PTA sebesar 0,25 Mega Watt (MW).


Foto: Bendungan Pidekso (dokumentasi Kementerian PUPR)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler