Wajib Patuhi Aturan Ini Saat Berada di Perlintasan Kereta Api

Bandung - Belum lama ini, sempat beredar video viral tentang pengemudi motor yang nekat menerobos perlintasan kereta api di Kosambi Bandung. Nah biar enggak kejadian lagi, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea Bridara merumuskan berbagai solusi tepat agar hal berbahaya itu bisa dihindari.

Noxy menegaskan, berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 114 disebutkan kalau pengemudi kendaraan wajib berhenti saat sinyal sudah berbunyi, dan palang pintu kereta sudah ditutup.

"Bagi penerobos palang pintu KA, bisa saja dikenakan tilang loh untuk memberikan efek jera. Baiknya sih ditegakkan agar pengemudi motor lebih sadar untuk menjaga keselamatan jiwanya," ujar Noxy kepada BeritaBaik belum lama ini di Bandung.

Menurutnya, pengemudi kendaraan pun wajib mendahulukan KA dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dulu melintasi rel. Enggak main-main loh, kalau melanggar akan dikenakan sangsi sesuai pasal 296 dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu!

Baca Ini Juga Yuk: 6 Alasan Kamu Harus Gunakan Transportasi Umum

Tapi enggak cuma sangsi, Noxy juga membagikan beberapa solusi demi mencegah penerobosan di perlintasan kereta api. Salah satunya solusi infrastruktur sesuai pasal 91 dan 94 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Lanjutnya, jalan keluar itu bisa diwujudkan dengan membuat perpotongan jalur KA menjadi tidak sebidang misalnya dengan membuat flyover atau underpass.

"Bisa dibangun jalan layang atau underpass ke bawah rel kereta api. Atau untuk langkah cepat, pemerintah daerah bisa segera menutup perlintasan sebidang yang tanpa izin," sambungnya.

Enggak cuma sangsi tilang dan pembangunan infrastuktur, Noxy juga memberikan masukan lewat solusi budaya. Ia mengungkapkan, masyarakat harus berperan aktif saling mengingatkan untuk tidak melanggar perlintasan KA. Namun menurut Noxy, solusi ketiga ini akan semakin efektif kalau didukung solusi hukum.

"Kami mengimbau agar seluruh pengguna jalan taat rambu-rambu lalu lintas saat akan melewati perlintasan sebidang. Pengguna jalan harus tetap waspada dan tengok kanan kiri saat akan melintas dan pastikan tidak menerobos dengan alasan apapun," pungkasnya.


Foto: Daop 2 Bandung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler