Indonesia Dipercaya Transfer Teknologi Vaksin untuk Lembaga Dunia

Bandung - Bangga enggak sih TemanBaik, baru-baru ini Indonesia melalui Bio Farma dapat kepercayaan dari berbagai lembaga dunia seperti Bill & Melinda Gates Foundation, UNICEF, PATH, WHO untuk mengembangkan teknologi transfer vaksin.

Bahkan, produsen vaksin asli tanah air ini juga ditunjuk oleh Islamic Development Bank (IsDB) untuk kemandirian vaksin di negara anggota OKI.

"Bio Farma akan berkolaborasi dengan IsDB Vaccine Alliance untuk berbagi ilmu mengenai technology transfer dan membidik potensi dan pangsa pasar Vaksin di dunia," ujar Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan kepada BeritaBaik, Kamis (9/5/2019) di Bandung.

Ia menyampaikan, saat ini Bio Farma juga berhasil menguasai pangsa pasar vaksin di dalam negeri. Sementara di Asia Tenggara, Indonesia juga tercatat sebagai produsen vaksin terbesar dan nomor satu di negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Baca Ini Juga Yuk: Bio Farma Dipilih WHO Jadi Penyedia Vaksin Polio Liar Tipe 2

"Untuk jangka panjang dan rencana bisnis ke depannya, Bio Farma akan bertransformasi menjadi perusahaan life science dengan memproduksi blood product, diagnostic dan biosimilar. Sekarang, selain produk vaksin generasi terbaru, produk kategori life science, blood product dan biosimilar telah ada dalam pipeline riset kami," rinci Rahman.

Ia bercerita, untuk lini vaksin Bio Farma juga tengah kerja sama dengan lembaga penelitian dunia untuk memproduksi vaksin baru. Pada pertengahan Agustus 2018, Insitute de Maroc (IPM) mengajak Indonesia buat mengembangkan proyek fasilitas produksi serum dan vaksin inovatif.

Fasilitas tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan nasional pada jangka pendek dan jangka panjang untuk memenuhi permintaan regional Afrika. Kolaborasinya dalam bentuk transfer teknologi pada downstream process produksi vaksin serta produk life science.

"Bio Farma akan terus mengejar target sebagai perusahaan vaksin terdepan dan menguasai pangsa pasar di negara berkembang dan negara Islam di dunia," pungkasnya.


Foto: Dokumentasi Bio Farma

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler