PLN Siap Dukung Patimban Jadi Pelabuhan Berstandar Internasional

Bandung - Keren nih TemanBaik, sebentar lagi Jawa Barat bakal punya pelabuhan berstandar internasional loh di Patimban, Kabupaten Subang. Nah untuk mendukung elektrifikasi di sana, PLN Unit Induk Distribusi Jabar siap memasok listrik hingga 571 Megawatt.

Sebagai proyek strategis nasional, Kebutuhan listrik Pelabuhan Patimban diprediksi akan meningkat. Untuk terus memenuhi kebutuhan di kawasan sekitar pelabuhan, PLN berkomitmen akan terus menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik melalui pembangunan Gardu Induk tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Indramayu. Enggak tanggung - tanggung nih TenanBaik, kapasitasnya mencapai 500 MVA yang direncanakan beroperasi di tahun 2020.

"Program kelistrikan ini berjalan dengan baik dan menunjukan hasil yang positif, karena kondisi kelistrikan di Jawa Barat pada saat ini surplus. Jadi PLN UID Jabar dapat mendukung kebutuhan listrik di seluruh lini termasuk untuk Kawasan Pelabuhan Patimban," ujar Amir Rosidin, Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Senin (13/5/2019).

Baca Ini Juga Yuk: Mau Listrik Lebih Mantap? Jadi Pelanggan Premium Gold PLN Saja

Ia merinci, sistem kelistrikan di Pelabuhan Patimban, nantinya akan dipasok dari Subsistem Mandirancan dengan cadangan daya sebesar 571 MVA. Saat ini kata Amir, rencana pembangunan GI dan transmisi untuk Pelabuhan Patimban juga telah tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2019 – 2028.

Menurutnya, pada tahap awal sebelum beroperasinya GI baru, pasokan dari sistem kelistrikan eksisting juga sangat memadai karena lokasi kawasan Patimban yang sangat dekat dengan PLTU Indramayu 3x330 MW. Bahkan lokasinya kurang dari 10 kilometer.

"Penandatangan kerjasama untuk Patimban ini, diharapkan dapat menciptakan good partnership antara PLN dengan Kementerian Perhubungan. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis keberadaan pelabuhan ini dapat menciptakan multiplier effect. Semisal untuk peningkatan penyerapan tenaga kerja dan mendorong roda perekonomian di kawasan sekitar pelabuhan hingga di Indonesia pada umumnya," paparnya.

Amir merinci, saat ini program besar listrik 35 GW lagi fokus digarap. Hingga Maret 2019, 10 persen pembangkit sudah beroperasi, 57 persen pembangkit dalam proses konstruksi, 27 persen pembangkit dalam proses kontrak, dan sisanya berada pada tahap perencanaan dan pengadaan.

"Progres ini juga diikuti dengan pembangunan transmisi dan gardu induk di seluruh Indonesia yang dilakukan secara kontinu," pungkasnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler