Bali Bakal Bangun Rumah Desain Buat Industri Kreatif Milenial

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster segera merealisasi pembangunan Rumah Desain. Hal ini merupakan bentuk perhatian serius terhadap pengembangan industri kreatif dan kaum milenial Bali. Nantinya menurut Koster, Rumah Desain ini akan mengakomodasi beragam desain produk dengan rasa dan sentuhan lokal bikinan milenial Bali.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audensi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI terkait Indonesia sebagai tuan rumah Asia Animation Summit (ASS) 2020 dan 2021 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar pada Selasa (14/5/2019).

"Kita ingin orang melihat produk-produk Bali nantinya bisa lebih dinamis, namun tetap dengan sentuhan dan pakem lokal kita di Bali," jelas Gubernur Koster dalam rillis yang diperoleh BeritaBaik.

Koster melanjutkan, sejumlah brand asal Bali sudah sangat dikenal di dunia internasional sehingga segala produk yang punya identitas Bali akan menjadi perhatian. "Bali dari berbagai aspek sudah mendunia dan sudah lengket sebagai merek dagang. Ini harus ditonjolkan dan harus mampu membuat aneka produk lokal kita laku di pasaran," katanya

Ke depan, lanjut Koster, Rumah Desain tersebut akan menjadi tempat milenial Bali yang punya potensi untuk mendesain produk dengan difasilitasi serta diberikan wadah untuk terus berkreasi. "Kita akan melibatkan orang-orang kreatif dan menggali terus potensinya, karena saya lihat Bali ini sangat kreatif soal desain," tambah Gubernur Koster.

Terkait gelaran ASS 2020 dan 2021 yang atas inisiatif Bekraf ingin menjadikan Indonesia khususnya Bali untuk jadi tuan rumah, Koster mengaku akan mendukung dan menindaklanjuti rencana tersebut. "Kita upayakan juga ada sinergi dengan kita, agar menuai manfaat pula bagi industri kreatif di Bali,” harapnya.

Ditemui secara terpisah, Wakil Kepala Bekraf RI Ricky J Pesik mengungkapkan alasan mengapa Bali menjadi pilihan utama untuk menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Karena pihaknya melihat potensi industri kreatif di Bali, termasuk di bidang animasi. "Ada sejumlah studio animasi di Bali yang sudah punya reputasi internasional," katanya.

"Yang pasti kita ingin Bali tak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan yang bersifat kebudayaan lampau, namun juga bisa menjadi pusat budaya kontemporer. Jadi pusat kegiatan-kegiatan dunia," imbuhnya.

Ricky juga menilai, Bali dengan pariwisatanya bisa menjadikan animasi sebagai salah satu promosi baru bagi Pulau Dewata dari sisi budaya yang lebih kontemporer. "Budaya yang lebih pop sehingga lebih bisa diterima generasi yang lebih muda," sebutnya.

Sementara Chairman ASS Kim Dalton yang turut hadir, menyebut potensi dunia animasi dan animator Asia sangat besar. "Dalam banyak kesempatan, perusahaan sekelas Disney pun secara spesifik telah menunjukkan perhatian yang besar pada dunia animasi di Asia. Ajang seperti ASS bisa jadi penghubung animator Asia dengan perusahaan raksasa seperti Disney dan yang lainnya," kata Dalton. 


Foto Dokumentasi HUmas Pemprov Bali

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler