Suastini Koster Ajak IRT Kurangi Sampah Mulai dari Rumah

Buleleng - Keberadaan sampah plastik di Bali sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak ibu rumah tangga (IRT) untuk ikut terlibat memerangi sampah plastik, sesuai dengan Pergub No 97 Tentang pembatasan timbulan sampah plastik.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi 10 Program Pokok PKK yang berlangsung di Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng Jumat (17/5/2019). Sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah Tim Penggerak PKK Provinsi Bali memiliki kepedulian tinggi melanjutkan program pemerintah dalam memerangi sampah plastik.

"Sosialisasi sudah sering dilakukan, sekarang kita sedang merumuskan teknis pengelolaan sampah plastik di masing-masing rumah tangga," kata Putri Koster. Ia menilai, ancaman sampah plastik yang paling tinggi berawal dari rumah tangga.

Mendukung program yang sedang digencarkan Gubernur Koster itu, pihaknya akan selalu turun bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan.

Baca Ini Juga Yuk: Berpuasa Minim Sampah Yuk! Begini Caranya

Putri Koster juga menghimbau agar halaman rumah hendaknya ditata sedemikian rupa dengan berbagai tanaman bermanfaat, seperti di halaman Parahyangan (tempat sembahyang) bisa ditanami tanaman bunga-bungaan, sedang di halaman dekat dapur bisa ditanami sayur mayur dan bumbu masak.

"Halaman rumah hendaknya kita atur layaknya taman, namun memberi manfaat. Kita tanami dengan tanaman bermanfaat. Di samping rumah menjadi asri, kita juga bisa menghemat uang dapur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tajun Gede Ardana menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu yang dikelola oleh masyarakat desa sendiri. "Sampah-sampah itu kami beli dari limbah rumah tangga. Ibu-ibu ini sudah mengklasifikasikan jenis sampahnya, jadi ketika kami ambil tinggal diolah saja menjadi pupuk," ujarnya.

Ia menyatakan, pupuk yang dihasilkan selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat sebagai pupuk organik perkebunan, mengingat sebagian besar masyarkat Tajun masih berprofesi sebagai petani.

"Saya harap, kolaborasi ini akan tetap terjaga, terlebih dengan program Hatinya PKK yang sangat memberikan dampak positif terhadap kehidupan rumah tangga," pungkas Gede Ardana.

Foto: Humas Pemprov Bali

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler