Kata Ridwan Kamil Soal Desain Arsitek Masjid yang Beda dan Unik

Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil buka suara soal desain Masjid Al Safar di KM 88 Tol Purbaleunyi yang ditafsir mengadaptasi bentuk-bentuk dari aliran illuminati. Ia menyatakan, desain-desain baru rancangannya itu memang kerap diintepretasi berbeda dari maksud rancangannya.

Seperti diketahui, Emil begitu ia akrab disapa itu juga dikenal sebagai seorang arsitek andal sebelum terjun ke pemerintahan. Ia merancang banyak bangunan berdesain unik dan beda dari bentuk kebanyakan.

"Konsep saya membangun masjid itu konteks. Konteks masjid di tengah pasar yang ramai pasti beda hasilnya dengan di gunung yang sepi. Begitu juga di rest area, tempat mobil yang melewat dengan cepat," ujar Emil, begitu sapaan akrabnya di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Minggu (2/6/2019).

Baca Ini Juga Yuk: Cerita di Balik Masjid di Tol Purbaleunyi yang Dipuji Dunia

Ia menuturkan, desain masjid yang dirancangnya selalu berbeda dengan menggunakan teori dan teknik-teknik yang berbeda juga seperti dekonstruksi, folding dan origami. "Rumusan desain itu membuat hasil yang baru dan mungkin ada orang tidak nyaman dengan sesuatu yang tidak familiar sehingga ditafsir macam-macam," tuturnya.

Menurutnya multi tafsir atas desain arsitek bukanlah hal baru. Namun Ia pun harus meluruskan bahwa jika ada bentuk-bentuk di Masjid Al Safar dianggap menganut sebuah paham tertentu itu adalah hal yang bersifak ketidaksengajaan.

"Itu tidak ada skenarionya," jawab Emil.

Emil menyerahkan pada MUI jika memang ada yang hal-hal yang dinilai tidak baik melalui fatwa resmi. " Selama ini sih tidak ada kan fatwa bentuk. Jadi mari kita diskusikan saja kalau ada yang tidak pas, saya sangat terbuka karena ini karena hidup itu edukasi dan kompromi. Saya bersedia diundang untuk berdiskusi dengan MUI yang jadi forumnya," tutunya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler