Dua Trik Ridwan Kamil Atasi Sampah di Sungai Citarum

TemanBaik tahu kan jika Sungai Citarum yang membentang dari Kabupaten Bandung hingga Kabupaten Karawang punya masalah sampah? Setiap hari, selalu saja ada sampah yang mengalir di sungai sepanjang 270 kilometer itu.

Untuk mengatasi persoalan sampah itu, Pemprov Jawa Barat bakal mendapat bantuan dari Asian Development Bank (ADB). Total bantuan yang akan diperoleh sekitar Rp1,4 triliun.

Anggaran itu pun bakal segera cair loh. Sehingga, secepatnya penanganan permasalahan sampah di Sungai Citarum diharapkan bisa langsung dilakukan. Mimpi besarnya jelas ingin menjadi Sungai Citarum terbebas dari sampah.

"Presentasinya (di hadapan ADB) Senin (17/6/2019). Kalau lolos, insya Allah uangnya langsung turun," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019).

Jika bantuan sudah turun, ternyata bukan peralatan canggih yang akan dibeli untuk mengatasi persoalan sampah tersebut. Pria yang akrab disapa Emil itu pun punya trik khusus agar Sungai Citarum enggak lagi dikotori sampah.

Ia ingin bantuan dipakai untuk dua hal, yaitu edukasi dan membeli peralatan teknologi sederhana. Sebab, peralatan berteknologi sederhana memiliki harga jauh lebih murah. Dengan bantuan yang cukup besar itu, peralatan bisa dibeli dalam jumlah banyak.

Baca Ini Juga Yuk: Bank Dunia Beri Bantuan Dana Buat Atasi Sampah di Sungai Citarum

"Intinya kita ingin masalah sampah Citarum itu bukan soal (diselesaikan dengan) beli alat-alat canggih atau apa. Tapi ingin anggaran itu masuk mengedukasi masyarakat supaya sampahnya habis di rumah dengan teknologi receh tapi banyak, kan begitu. Jadi, bukan selalu berujung dengan sarana dan prasarana yang canggih, enggak," jelas Emil.

Menurutnya, yang paling penting dalam mengatasi persoalan sampah di Sungai Citarum adalah mengedukasi masyarakat. Sebab, secanggih apapun teknologinya, jika masyarakat tidak teredukasi dan kurang memiliki kesadaran, sampah akan tetap jadi masalah di sana.

Karena itu, edukasi harus diberikan kepada masyarakat. Gaya hidup mereka harus diubah agar tidak lagi jadi sumber permasalahan sampah Sungai Citarum.

Di sisi lain, sampah akan diselesaikan dengan teknologi sederhana. Sehingga, sampah bisa diselesaikan di rumah-rumah warga tanpa harus dibuang ke Sungai Citarum. Tapi, teknologi sederhana itu masih perlu dibahas lebih lanjut.

Ia lalu mencontohkan produksi sampah antara Jepang dan Amerika. Di Amerika, jumlah sampahnya setiap hari dua kali lipat lebih banyak daripada di Jepang. Dari hal itu saja bisa diambil pelajaran loh, TemanBaik.

"Berarti apa? Ada gaya hidup. Nah, kami ingin mengubah gaya hidup (masyarakat) yang selama ini dianggap oke, sebenarnya enggak oke, kan begitu. Nah, di anggaran (bantuan dari ADB) itu kita ingin ada teknologi-teknologi kecil, edukasi di rumah-rumah," tutur Emil.


Foto: Humas Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler