Ganjar Pranowo Hadapi Warga yang Marah-marah Karena Jalan Rusak

Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Rabu (12/6/2019) siang mengunjungi kawasan Jalan KH Samanhudi di Kelurahan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Apa yang dilakukannya?

Dilansir laman resmi Pemprov Jawa Tengah, Ganjar sengaja berkunjung ke sana untuk meninjau langsung jalan yang rusak. Setibanya di sana, ia langsung diomeli salah seorang warga loh.

"Ini gimana Pak Gubernur? Tanggung jawab pemerintah mana? Jalan hanya diuruk batu. Saluran air penuh sampah. Rob juga terus menggenangi pemukiman warga," kata warga tersebut.

Kebayang enggak apa yang dilakukan Ganjar menghadapi omelan tersebut? Dalam bahasa Jawa, ia meminta warga yang emosi itu untuk sabar dan tidak marah-marah. Ia pun meminta sang warga untuk tersenyum.

Ganjar lalu menjelaskan maksud kedatangannya. Ia pun memaparkan bahwa jalan terpaksa diuruk untuk sementara karena pembuatan tanggul butuh waktu."Aja langsung nesu (jangan langsung marah)," jawab Banjar.

Baca Ini Juga Yuk: Gowes Bareng Nirina Zubir, Ganjar Pranowo Diberi Julukan Ini

Belum selesai memberi penjelasan, Ganjar kembali diomeli. Sang warga kembali mengeluhkan saluran air yang penuh sampah. Hal itu menurut sang warga harusnya dipikirkan pemerintah. Kembali diomeli, Ganjar justru kembali tersenyum. Ia pun meminta warga tersebut untuk tenang.

"Cara menyelesaikan masalah itu dengan musyawarah, bukan marah-marah. Coba njenengan tersenyum, mesti ora bisa (masak tidak bisa). Sing ning pikirane njenengan (yang ada di pikiran anda) negatif terus. Sampah itu njenengan ora gelem njupuki ta (anda tidak mau membersihkan, kan)?" jelas Ganjar.

Cara Ganjar itu membuat warga tersebut tenang. Bahkan, setelah marah-marah, warga itu akhirnya bisa tersenyum. Ia pun kembali memberikan penjelasan soal penanganan jalan rusak di sana.

Lurah Karangjompo Anita Fatmawati pun memperkuat penjelasan Ganjar. Sehingga, warga akhirnya paham kenapa penanganan di sana tidak bisa instan, salah satunya karena jalan rusak diakibatkan penurunan permukaan tanah.

Foto: dokumentasi Humas Pemprov Jawa Tengah

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler