15 Tahun Perjalanan Urbane Indonesia Bikin Karya-karya Berkelas

Bandung - Urbane Indonesia (UI), perusahaan arsitek, urban desainer dan interior desain yang bermarkas di Kota Bandung ini sudah menginjak usia ke 15 tahun pada Juni 2019. Seperti apa perjalanan Urbane sejak awal berdiri hingga kini?

Pada Juni 2004 inisiator Urbane, Ridwan Kamil mengajak tiga teman lainnya yakni Achmad Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan P Darwis untuk membuat biro konsultan arsitek dan urban desain bersama. Ketika itu Emil, begitu Ridwan Kamil akrab disapa telah melanglang buana sebagai arsitek di berbagai negara dan tengah bekerja di perusahaan multinasional di Hongkong.

"Proyek-proyek awal Urbane berasal dari sub pekerjaan dari tempat Kang Emil di Hongkong," ujar salah satu pendiri Urbane Achmad Tardiyana atau akrab disapa Apep saat berbincang dengan BeritaBaik.

Kantor Urbane pun tak langsung mapan seperti yang saat ini berdiri di kawasan Cigadung Bandung. Tahun 2004 hingga 2011 Urbane harus mengontrak di Jalan Sumur Bandung.

"Bahkan awal-awal kami bekerja di garasi rumah mertua Kang Emil di Dago loh," tuturnya. Tim Urbane pun di awal hanya terdiri dari tujuh orang dan kini berkembang hingga sekitar 50 orang karyawan.

Foto Epicentrum Walk: Instagram.com/Urbane.Indonesia

Baca Ini Juga Yuk: 5 Tokoh Arsitektur Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Satu demi satu proyek desain arsitektur maupun masterplan dikerjakan dengan serius oleh mereka. Beberapa proyek prestise yang digarap Urbane dan membuat mereka jadi dikenal yaitu Epicentrum Walk di kawasan Rasuna Jakarta dan Bakrie Tower. Selain itu, Urbane pun makin bersinar setelah menjuarai berbagai sayembara desain.

Bahkan hingga kini sudah banyak dikenal pun Urbane juga masih sering mengikuti sayembara desain. Puluhan penghargaan pun telah mereka kantongi baik penghargaan di tingkat nasional hingga tingkat internasional.

"Bagi kami, mengikuti sayembara itu buat refreshing dari pekerjaan dan proyek rutin. Menguji ide dan mengasah kreativitas, juga sekalian branding," kata Apep.

Foto Masjid Raya Sumatera Barat: Instagram.com/Urbane.Indonesia

Bahkan, termasuk juga bangunan ikonik Museum Tsunami Aceh karya Ridwan Kamil bersama tim Urbane berawal dari sayembara. Museum itu pun disebut Apep sebagai salah satu karya terbaik Urbane selain Masjid Raya Sumatera Barat.

"Museum Tsunami Aceh adalah karya yang menarik karena fungsinya buat masyarakat Aceh sangat terasa. Setiap hari ramai dikunjungi. Karena kami punya agenda untuk setiap desain yang dibuat punya fungsi sosial," tuturnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kata Ridwan Kamil Soal Desain Arsitek Masjid yang Beda dan Unik

Nama Ridwan Kamil diakui Apep berpengaruh besar sebagai motor Urbane. Berkiprah sebagai Wali Kota Bandung di tahun 2013 membuat Urbane harus 'berkorban'. Namun ternyata tanpa Emil, Urbane pun tetap melaju dan sibuk mengerjakan proyek-proyek.

"Kang Emil itu adalah marketer andal, hebat dalam persuasi dan itu tidak bisa tergantikan. Namun kami tetap bisa maju," aku Apep.

Bahkan sejak awal Urbane punya prinsip tak mau mengerjakan proyek pemerintah. Pilihan yang bijak mengingat kirah Ridwan Kamil yang sukses melenggang sebagai kepala daerah. Jika Urbane mengerjakan proyek-proyek pemerintah, akan ada suara-suara sumbang di luaran sana. Saat Emil menjabat sebagai Wali Kota Bandung bahkan Urbane tak mau menerima proyek di Kota Bandung untuk menghindari opini liar.

"Masih banyak proyek-proyek komersil dan swasta lainnya yang bisa kita garap. Kalau pun ada proyek pemerintah yang kita bantu, itu lebih pada karena membantu teman atau CSR, bukan karena mengejar anggaran," jelasnya.

Dalam 15 tahun perjalanannya, Urbane pun menambah sub bisnisnya yaitu desain interior. Apep menambahkan, ke depannya Urbane akan lebih memanfaatkan teknologi terkini dalam membantu menciptakan karya-karya desain. Untuk melihat karya-karya Urbane kamu bisa melihatnya di Urbane.co.id dan Instagram di Urbane.Indonesia


Foto: Eka Herawan Putra


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler