Keren! 19 Siswa SD di Bandung Bersama-sama Susun Buku Cerita

Bandung - TemanBaik, terbayang enggak jika ada para siswa sekolah dasar alias SD bikin buku cerita? Ada loh di Bandung, tepatnya di SD Semi Palar yang berlokasi di kawasan Sukamulya, Kota Bandung.

Di sini, 19 siswa kelas I bekerjasama membuat satu buku. Mereka menjadi satu tim untuk menyusun buku cerita dengan isi cerita yang bersambung satu sama lain. Setiap siswa mendapat 'jatah' menulis dan menggambar dalam satu halaman. Bayangkan deh ribetnya harus membuat cerita yang nyambung dari satu halaman ke halaman lainnya.

Teman umum dari buku cerita itu adalah pondok sejuta rasa. Tokoh utama dari buku cerita itu adalah sosok kurcaci. Sedangkan judul bukunya adalah Kurcaci Bersekolah di Hutan. Intinya, buku itu menceritakan kehidupan kurcaci dengan segala keunikan, pembelajaran, hingga berbagai aktivitas menyenangkan.

Buku itu berisi gambar-gambar khas anak kecil yang penuh warna hasil karya para siswa. Setiap halaman pun dibumbui tulisan tangan mereka. Buku itu relatif mudah dicerna oleh anak-anak. Sebab, gambar lebih dominan daripada tulisan. Apalagi, buku itu dibuat para siswa yang tentu saja cocok untuk jadi bacaan anak-anak.

Ana Agustina (31), kakak pendamping alias guru kelas I SD Semi Palar, mengatakan pembuatan buku itu sebenarnya bagian dari pola pembelajaran. Menulis buku cerita menjadi ajang praktik bagi siswa untuk menerapkan kemampuan menulis, menggambar, serta daya imajinasi dan kreativitas mereka. "Prosesnya bikin bukunya total sekitar 5 mingguan," kata Ana.

Baca Ini Juga Yuk: Kreatif! Siswa SD di Bandung Ini Bikin Film Pendek 'Petani'

Pembuatan buku seperti itu sebenarnya bukan hal baru. Selama mengajar, Ana sudah tiga kali mengajak anak didiknya membuat buku cerita. Bedanya, buku-buku sebelumnya berisi cerita yang tidak bersambung.

Sedangkan untuk kali ini, dari halaman pertama sampai terakhir isi ceritanya bersambung satu sama lain. Total halamannya adalah sebanyak 19 sesuai dengan jumlah siswa yang jadi penulis.

Setelah buku selesai dicetak, biasanya para siswa memiliki rasa senang dan kebanggaan. Apalagi, nama mereka dicantumkan di dalam buku sebagai penulisnya. "Akhirnya sampai ada juga beberapa siswa yang termotivasi untuk jadi penulis," tutur Ana.

Edelyn Arista Widia Binanthoro (7), salah seorang penulis, mengungkap rasa bangganya bisa menjadi penulis. Apalagi, buku cerita karya ia dan teman-temannya dicetak serius selayaknya buku. "Senang, kita bisa baca bukunya, senang juga lihat bukunya bagus," ucapnya.

Buku cerita itu pun diluncurkan pada Jumat (14/6/2019) pagi di SD Semi Palar dengan dihadiri para orangtua siswa. Selain memaparkan soal isi buku, para siswa juga bercerita soal berbagai pengalaman, kesulitan, hingga kebanggaan mereka dalam membuat buku tersebut.

Kerennya, para siswa itu berani berbicara di hadapan puluhan orang yang hadir. Bahkan, sesi tanya jawab dijawab secara mantap oleh mereka, tentu saja dengan gaya bicara khas anak-anak yang sesekali terdengar lucu.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler