PUPR Siapkan Program Pembangunan Drainase Jalan Nasional

Bandung - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membenahi drainase jalan nasional secara masif sebagai salah satu program infrastruktur PUPR tahun 2020. Sebab, keberadaan drainase jalan yang terhubung dengan sistem drainase kawasan atau lingkungan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan. Selain itu, untuk memperpanjang usia layanan jalan.

"Kami sudah menyiapkan program khusus yaitu program pembangunan drainase jalan secara nasional. Kalau dijadikan satu, item pekerjaan drainase kecil sekali dari total pekerjaan jalan sehingga tidak optimal dikerjakan kontraktor. Misalnya jalan di Pantai Utara Jawa, drainase jalan yang tertutup bangunan akan kita buka," kata Menteri Basuki lewat laman pu.go.id.

Untuk melaksanakan program tersebut Direktorat Jenderal Bina Marga (Ditjen Bina Marga) tengah menyusun desain program tersebut. Menurut Menteri Basuki, drainase jalan pada masa lalu dibuat hanya di sisi jalan, belum terhubung sampai pembuatan saluran air akhir.

Baca Ini Juga Yuk: Usai Revitalisasi Cagar Budaya Ini Jadi Destinasi Baru di Riau

Di sektor Bina Marga, program lainnya yang akan dilakukan adalah pembangunan jembatan gantung, yang akan membuka keterisolasisan desa-desa di wilayah terpencil.

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR juga akan memperbarui Keputusan Menteri PUPR mengenai penetapan ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan nasional menggantikan Kepmen PUPR tahun 2015. Penyesuaian penetapan ruas jalan nasional dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Jalan yang belum ditetapkan statusnya seperti jalan perbatasan di Kalimantan yang dibangun Kementerian PUPR akan ditetapkan statusnya tahun depan, sehingga tanggung jawab pemeliharaannya menjadi lebih jelas," kata Menteri Basuki.

Saat ini panjang jalan nasional adalah 47.107 kilometer. Untuk jalan nasional digunakan marka dengan menggunakan cat warna putih dan kuning.

Foto: Pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler