Jemaah Haji Indonesia Akan Disuguhi Makanan Khas Daerah

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika para jemaah haji asal Indonesia tahun ini akan mendapatkan menu makanan khas selama berada di Arab Saudi? Dalam sepekan, mereka akan menikmati tiga menu khas tersebut.

Dengan cara itu, rasa kangen mereka terhadap Tanah Air dan kampung halaman diharapkan terobati. Sebab, ada makanan khas daerah yang bisa mereka nikmati selama berada di Tanah Suci.

Masing-masing jemaah haji menunya akan disesuaikan dengan daerah asal. Intinya, menu akan disesuaikan dengan zonasi. "Ini menyesuaikan dengan kebijakan akomodasi penempatan jemaah yang menggunakan sistem zonasi," kata Kasubdit Katering Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Abdullah di laman resmi Kementerian Agama.

TemanBaik penasaran enggak dengan menu-menu khas tersebut? Untuk jemaah asal embarkasi Surabaya misalnya, akan disediakan rawon, soto Betawi untuk jemaah embarkasi Jakarta, dan pindang ikan patin untuk jemaah dari Sumatera.

Baca Ini Juga Yuk: Biaya Haji Sudah Ditetapkan, Siap-siap Lunasi Ya Calon Jemaah!

"Meskipun mungkin belum sempurna, kami mengupayakan cita rasa makanan dapat mendekati rasa makanan yang ada di Indonesia," ungkap Abdullah.

Salah satu upaya menyajikan makanan khas Indonesia itu adalah dengan melatih penyedia katering di sana. Sehingga, mereka tahu resep untuk membuat makanan khas Indonesia yang dikenal kaya akan rempah-rempah itu.

"Kita akan latih juru masak di tiga daerah kerja sehingga dapat menyajikan makanan yang kami harap mendekati cita rasa masakan Indonesia," jelasnya.

Bahkan, khusus untuk di Makkah, penyedia katering sudah siap menyajikan menu tambahan bubur kacang hijau usai Salat Jumat. Wah, terbayang deh senangnya jika jemaah haji lagi kangen kampung halaman lalu disuguhi bubur kacang.

Sementara selain menu khas daerah, penyajian menu juga memperhatikan masukan dan kebutuhan jemaah haji. Ada rumus 2,3,4, dan 5. Artinya, dalam seminggu akan ada dua kali menu telur, tiga kali menu daging, empat kali menu ayam, dan lima kali menu ikan.

Foto: dokumentasi Kementerian Agama

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler