6 Pelajar Amerika Belajar Tentang Kebudayaan Indonesia di Bandung

Bandung - Hubungan sister city antara Kota Bandung dengan Kota Fort Worth Texas Huston Amerika Serikat telah berjalan selama 19 tahun. Sejak saat itu lah berbagai kegiatan selalu dilaksanakan oleh kedua belah pihak. 

Salah satunya adalah pertukaran pelajar. Di tahun 2019 ini, 6 pelajar dari Amerika yang turut ditemani seorang guru tinggal di Kota Bandung mulai dari tanggal 17-28 Juni 2019 nanti. 

Para siswa itu tinggal di rumah-rumah siswa SMAN 5 Bandung yang menjadi keluarga asuh atau host family. Mereka sendiri mengunjungi tiga sekolah yaitu SMAN 5 Bandung, SMA BPI 1, dan SMA Taruna Bhakti.

"Banyak hal yang kami lihat. Paling kami suka adalah bermain angklung," ujar pimpinan delegasi Tracey Cravens saat menemui Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Jumat (21/06/2019).

Menurutnya, bermain angklung memberikan pesan moral yang baik bagi siswa-siswanya. Baginya, bermain angklung tak sekadar bermusik. "Jika dimainkan sendiri, angklung hanya berbunyi biasa saja, tidak begitu menarik. Tetapi jika dimainkan bersama-sama, dengan banyak nada, kita bisa bermain banyak lagu. Itu artinya kita jika kita bisa hidup bersama dalam kehidupan, hidup akan menjadi lebih indah," ungkapnya.

Selain melihat pertunjukan dan bermain angklung, mereka juga belajar membuat batik dan mengunjungi berbagai museum yang ada di Bandung. Selain itu, mereka pun turut bertukar pikiran tentang kekayaan budaya, bahasa, dan pendidikan. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sangat mengapresiasi kunjungan dari para pelajar Amerika tersebut. Ia mengaku pernah menjadi salah satu host family pada pertukaran pelajar dari Fort Worth beberapa tahun silam saat anaknya masih duduk di bangku SMA.

"Anak saya sampai sekarang masih berteman baik dengan anak-anak Fort Worth yang tinggal di rumah saya dulu," tuturnya bercerita. 

Yana menilai, program pertukaran pelajar ini sangat penting untuk dilakukan. Selain menjadi bagian dari 'soft diplomacy', hal tersebut bisa memberikan dampak-dampak positif bagi para siswa.

"Mereka bisa mengenal budaya lain yang berbeda, bisa belajar tentang perbedaan dan menghargainya. Apalagi mereka bisa saling bertukar pikiran dan menambah wawasan," terangnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler