Begini Langkah Yogyakarta Atasi Kekeringan di Musim Kemarau

Bandung - TemanBaik, mulai sekarang sebaiknya kamu menghemat air. Kenapa? Sebab, saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Apa sih akibatnya jika kamu boros dalam penggunaan air? Yang jelas kamu akan kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagai gambaran, di awal musim kemarau ini sudah terjadi kekeringan di berbagai wilayah loh. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) misalnya, kekeringan sudah berdampak bagi sekitar 85 ribu jiwa, di Jawa Tengah 14.253 jiwa, dan Jawa Timur 977 jiwa.

Pemerintah pun sudah berupaya mengatasi kekeringan. Tujuannya agar warga bisa mendapatkan air bersih untuk berbagai keperluan.

"Di DIY (kekeringan) terjadi di 57 desa di wilayah Kabupaten Gunung Kidul. BPBD Gunung Kidul telah melakukan pendistribusian air ke wilayah Girisubo, Rongkop, Tepus, dan Paliyan dengan total sekitar 900 ribu liter air," kata Kepala Bidang Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita, Senin (24/6/2019).

Di Jawa Timur, BPBD juga sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 24 tangki dengan kapasitas masing-masing 5 ribu liter ke Desa Ujung Manik dan Sidamukti, serta Dusun Gendiwung Cagak dan Langenkepuh. Di Jawa Timur, penyaluran air bersih juga sudah dilakukan ke kawasan Magetan.

Musim kemarau sendiri masih cukup lama nih, TemanBaik. Sehingga, hemat dalam penggunaan air menjadi salah satu solusi yang perlu kamu lakukan.

"Berdasarkan analisis dari Pusat Analisis Situasi Siaga Bencana (Pastigana) BNPB, prakiraan awal musim kemarau pada 2019 umumnya akan terjadi pada Mei, Juni, dan Juli dengan persentasi sekitar 83 persen. Sedangkan puncak kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus 2019 dengan persentasi 53 persen," jelas Rita.

Pastigana BNPB juga mencatat pantauan hari tanpa hujan bakal terjadi dalam kurun 30-60 hari di beberapa provinsi, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, NTB, NTT, dan Papua.

"Sedangkan kategori ekstrim (tanpa hujan lebih dari 60 hari) Pastigana mencatat (beberapa) wilayah Jawa Timur, Bali, dan NTT," ungkap Rita.

Selain mengimbau masyarakat berhemat air, BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kekeringan. Pemerintah daerah diimbau menyiapkan sumber daya seperti penyiapan sumber air, pemantauan ketersediaan air bersih, serta pemenuhan standar minimum air untuk kebutuhan warga hingga hewan ternak.

Foto ilustrasi dokumentasi beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler