Mengintip Dapur Rumah Sakit di Bandung, Seperti Apa Ya?

Bandung - TemanBaik ada yang sudah pernah masuk ke dapur di rumah sakit? Penasaran enggak isinya seperti apa? Jika penasaran, BeritaBaik kasih tahu nih dapur salah satu rumah sakit di Kota Bandung, yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Dapur di RSHS terdapat di Gedung Instalasi Gizi. Di dalamnya terdapat berbagai ruangan, mulai untuk mencuci bahan makanan, tempat penyimpanan, hingga tentunya dapur.

Berbagai peralatannya pun serba besar loh, mulai dari wajan, panci, tempat menanak nasi, serta beragam perabotan lainnya. Sebab, pasien di RSHS sangat banyak. Sehingga, setiap kali memasak jumlahnya akan sangat banyak.

Untuk menu, enggak sembarangan bisa dimasak di sini loh. Sebab, ada aturan khusus terkait menu hingga pengaturan gizi yang ketat. Sehingga, menu yang disajikan akan cocok untuk dikonsumsi pasien.

"Untuk mengolah makanan ada standar yang ditentukan ahli gizi, kita punya SOP (standar operasional prosedur)," kata Penanggungjawab Pengolahan Diet Instalasi Gizi RSHS Hernayani, AMD., ATB., kepada BeritaBaik.id di RSHS, Kamis (27/6/2019).

Baca Ini Juga Yuk: Cara Bikin Dapur Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Setiap hari, Hernayani dan timnya harus mengolah berbagai bahan makanan. Bahkan, tak jarang ada menu khusus yang dibuat sesuai pesanan pasien. Tapi, itu juga enggak sembarangan loh. Sebab, menu pesanan pasien harus sesuai dari ahli gizi. Misalnya ada yang tidak bisa makan nasi, maka menunya akan diganti dengan kentang dengan takaran tertentu.

Dalam sehari, para petugas di Instalasi Gizi memasak dalam tiga shift, rata-rata 15 orang per shift. Agar pasien tidak bosan, menu akan selalu berganti. Tapi, meski di rumah sakit, ternyata penyajian juga tetap diperhatikan agar makanan terlihat cantik dan menggugah selera makan pasien.

"Dari penyajian kita juga memperhatikan, warnanya juga kita ciptakan supaya menarik agar pasien berselera makan," ungkap Herna.

Untuk proses masak, rata-rata dibutuhkan 2-3 jam sekali memasak. Setelah selesai, masakan akan disajikan dan didistribusikan ke kamar-kamar pasien. Proses masaknya juga harus bersih. Para juru masak di sana memakai apron atau celemek, masker, hingga penutup kepala. Hal itu juga berlaku bagi siapapun yang masuk ke sana.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler