Ini Metode Ridwan Kamil untuk Rotasi dan Mutasi Pejabat Eselon

Bandung - Pelantikan sejumlah pejabat Eselon III di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat telah dilakukan di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/7/2019), berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor. 821.2/Kep.455-BKD/2019. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan kalau rotasi dan mutasi pejabat Eselon III di Pemdaprov Jabar dilakukan dengan menempatkan seseorang di posisi yang tepat.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, rotasi dan mutasi dilakukan lewat pertimbangan matang dan dilakukan secara objektif. Hal ini bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan di Jawa Barat.   

"Kami melaksanakan sebuah metode yang lebih objektif dengan menempatkan The Man on the Right Place. Yaitu sebuah metode dengan review dari kolega. meminta masukan dari kolega yang setara bawahan dan atasan. Nah, ini jauh lebih objektif karena keseharian mereka akan dipantau," ujar Emil, usai pelantikan pejabat Eselon III lewat rilis tertulis yang diterima BeritaBaik.

"Dan mudah-mudahan hasil dari rotasi dan mutasi ini akan menjadikan mobil Jawa Barat Juara Lahir Batin akan berlari kencang menuju tujuannya dengan cepat. Karena ASN terbaik ditempatkan di posisi yang terbaik," lanjutnya.

Emil juga memaparkan tiga hal wajib bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat. Pertama adalah integritas. Dia tak memungkiri bahwa banyak 'godaan' yang kerap menghampiri ASN saat menjalankan tugasnya.

"Khususnya kepada Anda yang bersentuhan dengan anggaran, yang bersentuhan dengan program, yang bersentuhan dengan lalu lintas keuangan. Akan selalu ada yang namanya godaan. Kalau godaan ini tidak bisa ditangani, maka jatuhlah pada sebuah proses yang mencederai batin integritas," ucapnya.

Hal selanjutnya yang wajib dilakukan ASN adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Menurut Emil, tugas seorang ASN adalah melayani masyarakat, bukan minta dilayani masyarakat. 

"Jadi wayahna (menerima) harus lebih someah (ramah), ekstra someah, harus ekstra inisiatif. Warga itu ada yang pinter ada yang kurang pinter. Ada yang mengerti, ada yang sulit mengerti," katanya.

ASN juga wajib menjunjung tinggi profesionalitas. Guna merealisasikan hal tersebut, Emil meminta ASN untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, apalagi zaman terus berubah dengan dinamis.

"Maka, program karier kita tingkatkan. Saya sedang merancang ASN terbaik, kami akan kirim sekolah ke Singapura dan Korea Selatan. Bagian dari meningkatkan tiga nilai tadi," ucapnya. 

Foto: Humas Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler