Investor Asing Lirik Potensi Jabar di IIIF 2019 London

Bandung - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat ikut serta dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019 yang telah digelar di London sejak Selasa (2/7/2019). Acara ini menjadi peluang yang sangat baik bagi investor luar negeri untuk mengenal pontensi-potensi di Jawa Barat.

Sebelumnya telah dilakukan project consultation dengan beberapa narasumber di antaranya dari Kemenhub RI, Bapenas, Kemenkeu RI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Bank Mandiri. One on one meeting menjadi cara Pemdaprov Jabar menarik para investor.

Pada one on one meeting tersebut terdapat rencana pembangunan transportasi yang terintegrasi di Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabubapten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang dan sebagian Garut. "Pola pembangunan ke depan adalah pola pembangunan yang berkesinambungan terstruktur dan sistemik," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa.

Dalam acara yang digelar di London itu, Pemdaprov Jawa Barat dan peserta lain, seperti DKI Jakarta, Kalimantan Timur, memasang booth dan display. Para investor nampak antusias mendalami potensi Jawa Barat. Booth Jawa Barat sendiri menampilkan Kopi Java Preanger sebagai unggulan. Selain itu, ada teh, ukiran wayang, dan merchandise goodie bag dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat.

Salah satu calon investor yang berkunjung ke booth Pemdaprov Jawa Barat, Jennat Hayel, dari Company Palm Vida Maroko menyatakan ketertarikannya dengan berbagai proyek di Jawa Barat. "Saya sangat tertarik dengan program-program, project yang ditawarkan terlebih kopi Jawa Barat, kopi Java Preanger, semoga bisa mengunjungi ke sana," kata Jennat.

Sedangkan, Investor dari Basque Trade & Investment berminat pada proyek pembangunan pengolahan sampah Legok Nangka dan mengapresiasi upaya Jawa Barat mengedepankan green environment. Mereka begitu antusias untuk berpartisipasi dan hadir pada acara West Java Investment Forum yang rencananya diselenggarakan pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa yang juga ketua rombongan menyatakan bahwa banyak calon investor melirik perekonomian Jawa Barat karena mempunyai potensi besar, baik di bidang transportasi maupun non transportasi.

"Beberapa calon investor, yaitu Cross Rail International, mereka salah satu yang bisa mendatangkan atau mengkoordinasi potensial investor dan beberapa transportasi massa yang ada di London. Dan beberapa negara (monorail) adalah hasil dari mereka, mereka tertarik untuk melakukan kerja sama (dengan Pemdaprov Jawa Barat)," katanya.

"Kedua adalah dari One Work yang memang berpengalaman menangani integrasi pembangunan. Selama ini integrasinya cukup memberikan gambaran. Ini juga tadi pembahasannya cukup detail dan juga memberikan masukan kepada pembangunan di Jawa Barat," lanjutnya.

Selain Cross Rail International dan One Work, investor dari Spanyol yang berkantor di London, Basque Trade, juga telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Jawa Barat, khususnya di Aerocity dan Monorail.

Ketertarikan tiga investor tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, pada kuartal pertama tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,5 persen. Persentase tersebut di atas rata-rata Pertumbuhan Ekonomi (PE) Nasional, yakni 5,18 persen.

Infrastruktur di Jawa Barat pun dengan keberadaan 5 Bandar Udara dan 9 Pelabuhan, mendukung roda investasi untuk terus berputar. Tidak mengherankan apabila Jawa Barat menyumbang kontribusi ekspor tertinggi nasional dengan realisasi investasi 16,2 persen dan kontribusi sektor manufaktur 24,4 persen.

Skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang memungkinkan pihak swasta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Daerah dalam mengerjakan suatu proyek semakin memikat calon investor untuk berinvestasi di Jawa Barat.

Selain kondisi perekonomian yang baik, kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemdaprov Jawa Barat kepada investor membuat daya tarik Jawa Barat kian besar. Dengan sistem Online Single Service, Pemdaprov Jawa Barat juga memberikan keringanan tarif import. Belum lagi skema tax holiday yang memberikan pengurangan pajak pendapatan. Dengan begitu, satu per satu investor mulai melirik perekonomian Jawa Barat.

Foto: Humas Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler