Keseruan Cari Ilmu Dinamika Kesehatan Anak Bersama Dokter Apin

Bandung - Demam pada bayi dan balita memang kerap bikin orangtua resah, tapi kita bisa menghadapinya dengan lebih tenang loh TemanBaik. Sebab, sakit adalah dinamika kesehatan wajar yang dihadapi oleh setiap orangtua. Lantas, gimana sih seharusnya orangtua dalam kondisi anak demam?

Semua persoalan ini dibahas secara jelas dalam acara 'Orangtua Siap Sedia Anak Sehat Terjaga: Sebuah Bekal untuk Berteman dengan Dinamika Kesehatan Anak'. Acara ini digelar oleh Event Organizer Fina Yudharisman bekerjasama dengan Rahsa Nusantara dan Botanina, di HARRIS Hotel Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit No. 50-58 Bandung, Minggu (7/7/2019),

Acara yang digelar sejak  pukul 10.00 WIB ini menghadirkan dr. Arfianto atau karib disapa Dokter Apin sebagai salah seorang pembicara. Dokter spesialis anak ini membagikan pembahasan tentang menjaga kesehatan anak secara alami, mengenal lebih dekat sakit pada anak dan tips merawat anak yang sedang sakit. Hadir pula sebagai pembicara seorang Dhatu Rembulan yang membagikan pengalamannya seputar penerapan gaya hidup keluarga sehat di rumahnya.

Acara ini tak hanya ramai oleh ibu-ibu dan para ayah saja. Tetapi banyak juga TemanBaik yang bahkan belum menikah, namun ingin mengetahui apa saja kiat-kiat dan pengetahuan bermanfaat sebagai bekal ketika memiliki anak kelak.

Menurut dr. Arfianto, demam bukanlah penyakit melainkan hal baik yang direspons tubuh. Sehingga sebenarnya kita tidak perlu cemas bagaimana harus menurunkan suhu tubuh anak saat demam.

"Demam bukanlah suatu penyakit. Demam adalah suatu respons tubuh akibat masuknya virus, bakteri dan berbagai kuman-kuman lainnya. Demam itu adalah tanda. Artinya ketika anak demam saatnya mencari tahu apa yang membuat demam. Bukan berpikir untuk menurunkan suhunya," jelasnya.

Dokter Arfianto juga menambahkan kalau demam adalah hal yang wajar, sebagai cara tubuh melakukan pertahanan. "Selama hipotalamus berfungsi dengan baik, pasti bisa mengatur sendiri suhu tubuh. Kemudian selama sistem pertahanan tubuh bekerja, pasti akan mengalami demam," ujarnya.

Umumnya demam tidak membahayakan. Jika anak panas namun masih terlihat aktif itu berarti tubuhnya merespons dengan baik. Cukup dibiarkan saja dan digendong dengan sabar. Hindari menggunakan obat untuk menguatkan sistem kekebalan tubuhnya.

"Jangan buru-buru kasih obat penurun panas kalau suhunya tidak terlalu tinggi. Juga tidak dianjurkan memberikan obat penurun panas pada anak yang baru diimunisasi, karena bisa mengurangi kekebalan tubuh. Makin tinggi suhu tubuh, makin mudah terkena dehidrasi jadi yang penting banyak minum," ucap dokter yang menulis buku 'Berteman dengan Demam' tersebut.

Tujuan utama mengobati anak demam adalah membuat dia lebih nyaman, bukan dengan menormalkan suhu tubuh. Jadi, orangtua bisa memberikan obat jika anak tidak nyaman, bukan untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Arfianto juga berharap dapat membangkitkan pentingnya literasi kesehatan pada orangtua dengan cara meningkatkan kualitas  informasi. "Kita bisa mencari informasi dengan benar, sebab tidak semua informasi layak untuk kita. Maka kita perlu bukti kedokteran, yang kedua harus sesuai panduan atau guideline dan yang ketiga informasi yang dibaca harus utuh, tidak boleh hanya setengah," tambahnya.

Sementara itu, di acara yang sama Dhatu Rembulan juga membagikan tips gaya hidup sehatnya. Baginya, kebersihan adalah kunci utama kesehatan. "Cuci tangan, sikat gigi, ganti baju setelah dari luar dan tidur harus dalam keadaan bersih," papar Dhatu.

Dhatu juga mengatakan kalau kita ingin menjaga kesehatan tubuh dan memaksimalkan kekebalan sistem imun anak, kita harus mengetahui lebih dulu apa saja aktivitasnya.

"Kita harus tahu dulu aktivitas anaknya seperti apa, kita (orangtua) bisa atur mainnya apa, mainnya di mana. Kalau anak sudah sekolah, kita juga enggak tahu kan kondisi temannya seperti apa," ujar ibu dua anak ini.

Dhatu juga berpesan untuk senantiasa sehat dimulai dari diri sendiri dan dari rumah. "Hidup sehat itu penting banget, enggak cuma sehat tapi juga bersih, karena kadang kita juga lupa kita sendiri mau sehat tapi enggak bersih. Mulai dari peralatan makan, perabotan, kamar mandi semuanya harus higienis," pesannya.  


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler