Sanksi Bagi Pelanggar Parkir di Bandung Bakal Lebih Kejam

Bandung - TemanBaik yang tinggal atau sedang berkunjung di Kota Bandung, sebaiknya benar-benar tertib saat memarkirkan kendaraan ya. Sebab, di Kota Bandung sedang gencar dilakukan penertiban terhadap pelanggaran parkir.

Dalam beberapa bulan ini tindakan yang sering dilakukan adalah mencabut pentil kendaraan. Jika ketahuan ada kendaraan terparkir di tempat tak seharusnya, petugas Dinas Perhubungan enggak akan ragu mencabut pentil kendaraan.

Cara itu diharapkan membuat pemilik kendaraan jera untuk parkir sembarangan. Tapi, herannya masih saja ada loh pemilik kendaraan yang parkir seenaknya. Selain parkir di area terlarang parkir, masih ada saja kendaraan yang diparkir di atas trotoar, terutama sepeda motor.

Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung Sultoni mengatakan kendaraan yang diparkir sembarangan berdampak negatif untuk arus lalu lintas. Kemacetan sering terjadi karena kendaraan yang melaju tehalang oleh parkir kendaraan.

"Salah satu penyebab kemacetan di Bandung itu ada yang parkir di badan jalan (yang terlarang untuk parkir)," ujar Sultoni, Senin (8/7/2019).

Baca Ini Juga Yuk: Tahu Bedanya Rambu Dilarang Berhenti dan Dilarang Parkir?

Meski tindakan tegas berupa pencabutan pentil sudah sering dilakukan, tapi dirasa perlu ada sanksi lebih 'kejam'. Sehingga, calon pelanggar akan lebih ciut jika akan melakukan pelanggaran. Saat ini, Pemkot Bandung berencana membuat peraturan daerah (perda) sebagai landasan hukum pemberian sanksi bagi pelanggar. Salah satu poinnya adalah menderek kendaraan di area terlarang parkir.

"Kita sedang merancang perda untuk untuk penderekan kendaraan yang parkir sembarangan. Bahkan enggak sekadar diderek, akan ada sanksi retribusi (denda berupa uang) juga, akan dihitung berapa lama kendaraannya enggak diambil," jelas Sultoni.

Dengan cara itu, semakin lama kendaraan yang diderek tidak dibawa, maka dendanya akan semakin besar. Terbayang kan ruginya, selain diderek, pelanggar harus keluar banyak agar kendaraannya bisa dibawa?

Perda itu diharapkan selesai secepatnya agar bisa segera disosialisasikan dan diberlakukan. Setelah diberlakukan, pelanggaran parkir pun diharapkan tidak lagi terjadi.

"Penegakkan hukum ini supaya ada efek jera dan enggak ada yang melakukan lagi pelanggaran," ucap Sultoni.

Tapi, TemanBaik sebaiknya sadar untuk tertib bukan karena takut disanksi ya. Pikirkan deh dampaknya jika kamu berperilaku enggak tertib saat berkendara, termasuk parkir, yang kena dampaknya orang lain loh.


Foto: Oris Riswan Budiana


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler