Kang Pisman Diharapkan Bisa Bikin Bandung Seperti Jepang

Bandung - TemanBaik, sampah masih menjadi persoalan di Kota Bandung nih. Dalam sehari, sampah yang dihasilkan di daerah berjuluk 'Kota Kembang' ini lebih dari 1.600 ton loh. Dari jumlah itu, sekitar 100-150 ton di antaranya merupakan sampah plastik.

Upaya keras pun dilakukan untuk meminimalisir produksi sampah di Kota Bandung. Salah satu yang terus digencarkan adalah program kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah atau disingkat Kang Pisman.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan ada tujuan besar di balik program Kang Pisman. Ia ingin warga Bandung memiliki budaya baru agar tidak lagi menghasilkan sampah dalam jumlah banyak.

Belum lama ini, Oded pun berkunjung ke Jepang, tepatnya ke Kota Hamamatsu di Jepang. Bersama jajaran dari Pemkot Bandung, ia mempelajari bagaimana Jepang bisa mengatasi persoalan sampahnya. Bukan hal instan loh ternyata membuat warga agar minim dalam produksi sampah. "Jepang saja 40 tahun baru bisa seperti sekarang," kata Oded di Balai Kota Bandung, Senin (8/7/2019).

Selama 40 tahun, secara perlahan masyarakat terus diedukasi, diberi pemahaman pengolahan sampah, serta berbagai hal lainnya. Hasilnya bisa dilihat sekarang, Jepang jadi salah satu percontohan di dunia karena orangnya tergolong 'bersih'.

Baca Ini Juga Yuk: Bandung Segera Kirim Perawat ke Jepang, untuk Apa Ya?

Cermin bahwa orang Jepang sangat mencintai kebersihan salah satunya bisa terlihat saat Asian Games 2018 lalu di Jakarta. Di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), orang Jepang yang saat itu jadi pendukung melakukan aksi bersih-bersih sampah. Keren kan?

Hal seperti itu yang kemudian ingin ditiru Bandung. Harapannya, di masa depan warga Bandung bisa seperti orang Jepang yang sangat mencintai kebersihan. "Walaupun perlu waktu, tapi kalau tidak dilakukan sekarang, kapan kita punya budaya seperti itu," ungkap Oded.

Karena itu, Kang Pisman terus digaungkan di Kota Bandung. Melalui program itu, masyarakat diharapkan akan bisa menekan produksi sampah, bisa mengurangi, serta memanfaatkan sampah. Jika warga Bandung sudah sesuai harapan dalam urusan sampah, maka akan besar anggaran loh yang bisa dihemat dan dialihkan untuk kepentingan lain.

"Untuk sampah ini anggaran kita Rp160 miliar per tahun mulai dari cost untuk tipping fee hingga pengangkutan. Bayangkan kalau itu (urusan yang berkaitan dengan sampah) beres, Rp160 miliar bisa dipakai untuk yang lain," tutur Oded.

Sementara dalam kunjungan itu, Oded mengaku melakukan penjajakan untuk kerjasama pengelolaan sampah dengan pemerintah Kota Hamamatsu. Tapi, itu baru sebatas penjajakan awal. Ke depan, komunikasi akan terus dibangun sehingga ada kerja sama yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

TemanBaik mau kan melihat Kota Bandung bersih dan bebas sampah? Yuk, sama-sama berupaya mewujudkannya, salah satunya dengan menjalankan program Kang Pisman.


Foto: Oris Riswan Budiana


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler