Keren! Kota Bandung Punya Kampung Toleransi Keempat

Bandung - Kota Bandung kembali memberi contoh positif dalam toleransi umat beragama. Hari ini, Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan Kampung Toleransi di kawasan RT 04 RW 05 Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol. Kenapa sih kawasan ini dijadikan Kampung Toleransi?

Di Kota Bandung sendiri sebelumnya sudah ada tiga Kampung Toleransi, yaitu di kawasan Jamika, Paledang, dan Babakan Ciparay. Artinya, Kampung Toleransi di kawasan Balonggede itu adalah yang keempat.

Ditetapkannya lokasi itu jadi Kampung Toleransi tidak terlepas dari tingginya toleransi antar umar beragama di sana. Meski di sana dihuni warga dari lima agama, semuanya hidup rukun loh. Mau tahu bentuk kerukunan di sana?

Salah satunya adalah saat ibadah salat Jumat, warga yang bukan beragama Islam menjaga di area luar masjid. Dengan begitu, umat muslim bisa dengan tenang beribadah tanpa khawatir terjadi gangguan keamanan hingga pencurian di sekitar masjid.

Sebaliknya, saat yang bukan beragama Islam beribadah atau merayakan hari rayanya, umat Islam di sana memberi rasa aman dan nyaman. Hal itu sudah berlangsung sejak lama. Toleransi sesama warga pun terbentuk karena mereka sadar hidup di kawasan yang penduduknya heterogen.

Sangat indah deh suasana toleransi di sana. Suasana itu diharapkan menjadi cermin dan ditiru daerah lain. Sehingga, harapannya ke depan enggak ada lagi deh permusuhan, ketersinggungan, atau hal-hal negatif lainnya di antara umat beragama.

"Saya berharap nanti kehidupan sosial di Kota Bandung kita akan terus rukun dan ini harus kita jaga bersama," ucap Oded.

Selain berdampak untuk kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari, toleransi menurutnya juga memiliki dampak lebih besar. Pembangunan diyakini akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Output-nya pembangunan di Kota Bandung tidak akan terganggu, tidak akan ada masalah, Insya Allah," tutur Oded.

Sebagai orang nomor satu di Kota Bandung, Oded mengaku menempuh berbagai cara untuk menjaga kerukunan dan toleransi di wilayahnya. Salah satu yang dilakukan adalah rutin bersilaturahmi dengan para pemimpin atau tokoh berbagai agama di Bandung.

Silaturahmi pun dibuat nonformal, misalnya dengan mengajak mereka makan malam. Hasilnya, suasana dirasa lebih cair. Berbagai ide dan program terkait toleransi pun bisa dijalankan.

"Ini akan terus kita lakukan agar bisa bertemu tokoh agama, bisa duduk bersama dalam rangka menjaga jamaah warganya masing-masing agar bisa tetap memelihara kerukunan beragama di Kota Bandung," jelas Oded.

Sementara dalam peresmian Kampung Tolerandi di Balonggede itu, kegiatan berjalan cukup menarik loh. Para pejabat dan tamu undangan dihibur dengan penampilan barongsai.

Setelah itu, kegiatan seremoni dilakukan, di antaranya pembacaan Ikrar Kampung Toleransi dan penandatanganan prasasti. Para tamu undangan lalu diajak berkeliling ke tempat ibadah umat Protestan dan Budha yang ada di sekitar lokasi.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler