Siap-siap! Kereta Hidrogen Bakal Segera Beroperasi di Indonesia

Bandung - Beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI), Edi Sukmoro dan tim berkunjung ke Jerman. Mereka menjajal kemampuan Coradia iLint, kereta hidrogen pertama di dunia.

Edi mencoba kereta hidrogen dengan rute Bremervorde - Buxtehude dan melaju pada kecepatan 80 kilometer per jam. Rute sepanjang 40 kilometer di negara bagian Lower Saxony Jerman ini ramai diisi oleh para komuter yang umumnya bekerja di kota Hamburg.

"Setiap hari ada dua kereta hidrogen yang beroperasi di rute Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervorde dan Buxtehude. Total jarak tempuhnya sekitar 100 kilometer. Dengan kapasitas penumpang 150 orang, kereta ini normalnya berkecepatan 140 kilometer per jam. Namun untuk rute Bremervorde-Buxtehude, kecepatan maksimal yang diperbolehkan hanya 80 kilometer per jam," jelas Stefan Schrank, Project Manager Coradia iLint, yang menemani Delegasi KAI selama kunjungan pada Senin (18/3/2019) waktu setempat.

Coradia iLint sendiri adalah kereta hidrogen yang dibangun oleh Alstom, perusahaan multinasional asal Prancis, dengan pembiayaan dari pemerintah Federal Jerman. Pembangunan kereta tersebut didukung oleh pemerintah negara bagian Lower Saxony, serta Eisenbahnen und Verkehrsbetriebe Elbe-Weser GmbH (EVB), selaku operator penyedia jasa transportasi kereta api di kota Bremervorde, Jerman.

Baca Ini Juga Yuk: Kereta Mewah Resmi Dioperasikan KAI, Intip Fiturnya Yuk!

Lewat laman bumn.go.id, diketahui juga kalau sejak bulan September 2018 sampai dengan saat ini, Coradia iLint telah menempuh jarak sepanjang 65 ribu kilometer atau 81 kali perjalanan Jakarta-Surabaya. Wah, mantap ya TemanBaik!

Kereta tersebut menggunakan elektrifikasi melalui proses kombinasi hidrogen dan oksigen, emisi yang dikeluarkan adalah air, sehingga sangat ramah lingkungan. Bahan baku utama yang digunakan adalah Hidrogen yang berasal dari biomass ataupun sumber-sumber energi berkelanjutan seperti energi angin dan matahari.

Menurut Stefan biaya pengoperasiannya cukup rendah karena tidak menggunakan grid listrik dan mesin diesel. Selain itu biaya perawatannya pun murah. Sehingga bila dihitung secara total biaya investasi untuk kereta ini jadi lebih murah.

"Luar biasa kereta ini. Satu langkah lebih maju dari teknologi elektrifikasi yang selama ini kita lihat yang menggunakan baterai. Kami siap untuk bekerjasama dengan Alstom Jerman dan kami siap untuk membawa kereta hidrogen pertama di dunia ke Indonesia," kata Edi.

Ini bukan kali pertama Indonesia melakukan penjajakan kereta ini loh. Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, pada tanggal 4 Desember 2018 juga telah bertemu dengan Alstom Jerman dan berkunjung ke Bremervorde untuk mencoba kereta tersebut.

Dubes Oegroseno juga mengatakan kalau kehadiran kereta hidrogen di Indonesia dapat menjadi bagian dari pembangunan transportasi berkelanjutan.

"Sudah saatnya Indonesia juga mengunakan hidrogen sebagai bahan bakar sektor transportasi, khususnya untuk kereta. Kehadiran kereta hidrogen di Indonesia dapat menjadi bagian dari pembangunan sektor transportasi yang berkelanjutan," ujarnya.

Indonesia merupakan negara Asia pertama yang secara serius menunjukkan ketertarikannya pada kereta hidrogen Coradia iLint. Kita nantikan saja kabar baik mengenai penggunaan kereta ramah lingkungan ini di Indonesia ya TemanBaik. Semoga rencana ini berjalan dengan lancar.

Foto: Bumn.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler