Jabar dan Maluku Utara Bakal Kolaborasi di 25 Bidang, Apa Saja?

Bandung - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dan Pemdaprov Maluku Utara sepakat melakukan kerja sama dalam 25 bidang. Kerja sama tersebut dilakukan untuk meningkatkan kolaborasi pembangunan dan sumber daya antara Jawa Barat dan Maluku Utara. 

Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut meningkat. Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman bersama yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba di Gedung Sate, Kota Bandung (9/7/2019).

Dalam rilis yang diterima BeritaBaik, Abdul Ghani Kasuba mengatakan kalau pihaknya ingin belajar ke Jawa Barat yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Ia juga menilai kalau Jawa Barat adalah provinsi maju, baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik.

"Kita ingin belajar dengan orang Jawa Barat yang punya SDM yang kuat dan saya kami datang untuk belajar. Kami berkeinginan untuk membangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat," ujar Abdul Ghani dalam sambutannya.

Pada tahap awal, kerja sama yang dijajaki dalam bidang Perikanan dan Pertanian. Maka, ditandatangani pula kesepakatan kerja sama antara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat dengan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara terkait penangkapan ikan.

Secara keseluruhan, Pemdaprov Maluku Utara melibatkan setidaknya 22 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam kerja samanya dengan Pemdaprov Jawa Barat. "Kepada OPD yang lain agar secepatnya menindaklanjuti dengan OPD Provinsi Jawa Barat dalam pembahasan secara detail tentang isi kesepakatan," ucap Abdul Ghani Kasuba.

Ridwan Kamil mengaku bahagia dengan kerja sama antar-provinsi tersebut. Dengan tangan terbuka, pria yang akrab disapa Emil ini, ingin Jawa Barat saling belajar dan berkolaborasi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami dengan senang hati, dengan tangan terbuka, ingin saling belajar terhadap saudara kami di Maluku Utara. Dengan MoU ini saya meyakini dimulai dari pimpinannya memberikan komitmen, setelah dengan semangat ditindaklanjuti dan ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat," ucap Emil saat memberi sambutan.

Emil menambahkan, kesejahteraan masyarakat berawal dari sebuah hubungan ekonomi. Hal itu perlu didukung oleh investasi dan jaminan kondusivitas sosial politik dan keamanan. "Kesejahteraan itu datangnya dari sebuah hubungan ekonomi, bensinnya investasi. Investasi datang kalau ada informasi yang memadai. Investasi kalau ada jaminan sosial politik dan kondusivitasnya baik," katanya.

Sebanyak 25 ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi bidang Perikakan dan Kelautan, Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perkebunan, Kehutanan, Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Pariwisata, Lingkungan Hidup, Perhubungan, Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kemudian, bidang Perindustrian dan Perdagangan, Pengembangan Sumber Daya Aparatur, Pengembangan Pelayanan Publik, Pengembangan Pendapatan Daerah, Pengembangan Teknologi Informatika, Penelitian Pengembangan dan Inovasi, Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengadaan Barang dan Jasa, Inspektorat, Perpustakaan dan Kearsipan, dan bidang lain sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan.

Foto: Humas Jabar 
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler