Alasan Jangan Kesal Jika Ada Pengalihan Arus Lalu Lintas

Bandung - TemanBaik, bagaimana rasanya jika kamu menemukan adanya pengalihan arus lalu lintas? Mayoritas pasti kesal ya karena kamu harus menempuh jarak yang lebih jauh?

Jangan kesal dulu ya! Pengalihan arus itu bukan asal-asalan loh. Ada berbagai pertimbangan sehingga petugas Dinas Perhubungan atau kepolisian melakukan pengalihan arus.

Tujuan paling utama jelas adalah untuk kelancaran arus lalu lintas. Sebab, biasanya pengalihan arus lalu lintas dilakukan di jalan yang sering dilanda kemacetan.

Seperti yang di Kota Bandung, tepatnya kawasan Sukajadi dan Cipaganti yang berlaku sejak 11 Juli 2019, uji coba rekayasa pengalihan arus dilakukan. Kawasan itu merupakan langganan macet loh. Penyebabnya karena ruas jalan yang kecil tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan yang melintas.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Nih Cara Berkendara Aman di Jalan Tol

Akibatnya, kemacetan seolah jadi hal lumrah yang sering terjadi di sana. Sehingga, dirasa perlu ada solusi pengalihan arus agar jalan di lokasi menjadi lebih lancar. Tapi, perlu ada uji coba untuk kemudian dievaluasi apakah pengalihan arus itu perlu dipermanenkan atau tidak.

"Yang dilakukan ini bukan untuk kepentingan individu atau golongan. Tapi ini untuk kepentingan seluruh masyarakat," kata Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo.

TemanBaik sebaiknya ikuti saja pengalihan arus tersebut. Jangan buru-buru ngomel deh. Sebab, dampak positifnya biasanya tidak akan langsung dirasakan saat uji coba pengalihan arus.

Tapi, lama-kelamaan pasti kamu mulai terbiasa deh. Meskipun jarak tempuh bertambah panjang, tapi biasanya waktu tempuh perjalanan kamu bisa lebih singkat loh.

"Memang di awal-awal pasti terjadi kebingungan di masyarakat karena setiap orang sudah terpola. Saat dari titik A mau ke titik B, pasti lewat jalannya ke situ (yang biasa dilewati). Dengan pengalihan arus, itu pasti akan mengubah pola pengguna jalan," tutur Bayu.

Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler