Waspadai Jika Mau Melintas di Tiga Jalur Wisata di Bandung Ini

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan Kota Bandung punya banyak tempat wisata? Salah lokasi favorit wisatawan ada di tiga titik, yaitu Jalan Sukajadi, Jalan Cipaganti, dan Jalan Setiabudi. Di sini, berbagai tempat wisata tersaji, mulai dari mal, tempat belanja oleh-oleh, hotel, hingga aneka kuliner.

Sejak Kamis (11/7/2019) lalu, Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung melakukan uji coba rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata tersebut. Itu karena selama ini sering terjadi kemacetan di sana. Pengalihan arus diharapkan membuat arus lalu lintas di sana menjadi lebih lancar.

Setelah enam hari berlangsung, rekayasa pengalihan arus lalu lintas itu ternyata sudah berdampak. Meski dalam dua hari pertama relatif terjadi kepadatan, ketiga jalan itu dan ruas jalan di sekitarnya kini jauh lebih lancar loh. Penurunan kepadatan bahkan diklaim mencapai 70 persen.

Karena sudah relatif lancar, TemanBaik yang menggunakan kendaraan dan melintas tiga jalan itu sebaiknya berhati-hati ya. Sebab, di sana banyak orang yang menyeberang. Maklum, namanya juga kawasan wisata kan.

Di sisi lain, kamu yang akan menyeberang jalan juga harus hati-hati. Sebab, kecepatan kendaraan yang melintas di sana kini jauh lebih cepat. Sebagai gambaran, dulu kendaraan yang melintas di sana kecepatannya hanya sekitar 10-11 kilometer per jam. Itu karena seringnya terjadi kepadatan kendaraan.

"Kalau sekarang bisa mencapai 30-35 kilometer/jam. Makanya sekarang itu harus lebih hati-hati di jalur Sukajadi, Cipaganti, dan Setiabudi karena laju kendaraan sangat cepat. Enggak seperti dulu, dulu orang nyeberang lalu lalang gampang sekali karena kecepatan kendaraan di sana rendah ya," kata Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza dalam kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (16/7/2019).

Rencananya, uji coba rekayasa pengalihan arus lalu lintas itu bakal berakhir pada Rabu (17/7/2019). Selanjutnya, evaluasi akan dilakukan berbagai pihak terkait pada Kamis (18/7/2019) untuk membahas rekayasa itu akan dipermanenkan atau tidak.

Jika dari hasil evaluasi ternyata rekayasa itu akan dipermanenkan, maka tidak perlu ada perubahan lagi. Sedangkan jika tidak akan dipermanenkan alias jalur lalu lintas dilkembalikan ke semula, arus yang berlaku saat ini masih akan dipertahankan untuk sementara.

"Kalau dikembalikan lagi ke jalur semula, kita enggak bisa langsung besoknya bisa. Kita butuh waktu sekitar satu bulan untuk melakukan pengaturan rambu dan lain-lain agar kembali seperti semula," jelas Reza.




Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler