PLTA Rajamandala Siap Pasok Kebutuhan Listrik Jawa-Bali

Bandung - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala yang berlokasi di Cianjur telah beroperasi sejak bulan Mei 2019 lalu. Saat ini PLTA Rajamandala sudah siap memasok listrik ke sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Harris selaku Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM mengatakan jika adanya PLTA tersebut adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target 23 persen energi terbarukan pada tahun 2025.

"PLTA Rajamandala tidak hanya berkontribusi pada pasokan energi nasional tetapi juga berperan penting dalam mengatasi masalah perubahan iklim," tuturnya yang dilansir dari laman esdm.go.id.

Harris menjelaskan jika pengoperasian PLTA Rajamandala jga menjadi salah satu terobosan yang diharapkan dapat meningkatkan sistem kelistrikan Jawa-Bali yang memanfaatkan energi terbarukan.

"Saya juga berharap PLTA Rajamandala dapat memacu masyarakat untuk melakukan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan bisa menjadi referensi untuk pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya oleh investor untuk membangun listrik di Indonesia," ungkap Harris.

Walau begitu, ia menginginkan masyarakat sekitar PLTA bisa menjaga fasilitas yang sudah ada dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih maksimal bagi masyarakat sekitar.

"Saya juga mendesak semua lapisan masyarakat untuk menjaga ekosistem sungai dan melindungi tangkapan air dengan menghindari deforestasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan PLTA Rajamandala dalam menyediakan pasokan energi listrik," jelasnya.

PLTA Rajamandala ini nantinya akan memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali melalui transmisi 150 kV (kilo Volt) Cianjur-Cigereleng sekaligus berfungsi sebagai back up system kelistrikan khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.

Saat ini PLTA Rajamandala menjadi PLTA yang menggunakan Penstock terbesar di Indonesia dan Spiral Case berbahan beton pertama di Indonesia. Tak hanya itu, PLTA Rajamandala juga merupakan pembangkit berbasis air dengan waterway system labirin pertama di Indonesia dengan diameter terowongan terbesar di Indonesia.


Foto: esdm.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler