Perjuangan Arya Permana Menaklukkan Obesitas Ekstrem

Bandung - TemanBaik ada yang tahu dengan sosok Arya Permana? Bocah yang kini berusia 13 tahun itu sempat viral pada 2016 lalu karena bobotnya sempat mencapai 192 kilogram. Di usianya saat itu, Arya tergolong mengalami obesitas ekstrem.

Saat masih bertubuh 'raksasa', Arya kesulitan menjalani berbagai aktivitasnya. Bahkan, untuk sekadar berjalan ke sekolah ia harus sering berhenti karena napasnya terasa sesak dan berat menopang tubuhnya. Dalam kesehariannya, ia akhirnya lebih sering duduk atau terbaring.

Tapi, perubahan secara perlahan mulai terlihat. Sejak 2016, berbagai upaya dilakukan, mulai dari diet, olahraga, hingga tindakan medis. Semangat besar Arya untuk memiliki tubuh ideal pun sangat besar. Hasilnya bisa dilihat saat ini, bobotnya sudah mencapai 87 kilogram. Hebat kan penurunannya?

Dengan berat badan seperti sekarang, Arya mengaku lebih leluasa beraktivitas. Salah satu aktivitas favoritnya adalah bermain sepakbola. Durasi bermainnya kini bisa lebih lama loh.

"Lebih kuat sekarang daripada dulu. Kalau dulu paling kuat 5 menit, sekarang bisa satu pertandingan. Saya suka main jadi center back (bek tengah)," kata Arya saat ditemui di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Rabu (17/7/2019).

Meski begitu, Arya mengaku masih merasa kurang nyaman dengan tubuhnya sekarang. Itu karena banyak terdapat tumpukan kulit yang bergelambir, terutama pada bagian lengan dan badannya. "Kalau main bola juga ngerasa keganggu," ucapnya.

Karena itu, tindakan medis akan dilakukan beberapa hari ke depan. Timbunan kulit yang berlebih di tubuh Arya akan dihilangkan secara bertahap melalui operasi. Cara itu diharapkan membuat bobot tubuh Arya berkurang agar ia bisa lebih nyaman beraktivitas.

Hari ini, berbagai pemeriksaan dijalani Arya oleh tim dokter RSHS. Itu sebagai penunjang untuk persiapan menjelang operasi. Sebab, operasi butuh berbagai persiapan secara matang. "(Bagian) yang dibuang itu keseluruhan (kulit) yang berlebih. Tapi tentu itu bertahap, enggak bisa sekaligus," ujar dokter spesialis anak RSHS Tisnasari Hafsah.

Berat badan Arya sendiri diakui sangat bagus dan sehat. Tapi, berat badannya saat ini masih belum ideal. Di usia 13 tahun, idealnya Arya berbobot sekitar 60 kilogram. "Sekarang berat badannya masih ada komponen kulit yang sebenarnya bukan komponen fisik, bukan komponen massa tubuh. Jadi nanti dia kalau sudah operasi pasti hilang beberapa kilogram," jelas Tisnasari.


TemanBaik mau tahu enggak bagaimana hebatnya perjuangan Arya? Salah satu yang cukup berat adalah mengatur dan mengurangi makannya. Dulu, ia bisa makan minimal dua porsi makan orang dewasa. Secara bertahap, akhirnya Arya bisa mengurangi dan mengatur pola makannya. "Kalau sekarang makan sembilan sendok juga sudah kenyang," ungkap Ade Somantri (44), orangtua Arya.

Hal itu bukan instan loh. Butuh waktu lama hingga akhirnya Arya hanya bisa makan sedikit seperti sekarang. Bahkan, jika Arya makan banyak seperti dulu, ia justru akan muntah. Itu karena tubuhnya sudah menolak jika diberi asupan makanan banyak.

"Makanannya kita atur sampai sekarang. Karena kalau kelebihan makan, Arya muntah. Pokoknya secara otomatis kalau makannya berlebihan, dia akan mual, akhirnya muntah," tutur Ade.

Perjuangan hebat lainnya adalah berolahraga di tempat kebugaran. Ia harus berlatih keras demi bisa mendapatkan tubuh seperti sekarang. Kerennya, legenda binaraga Indonesia Ade Rai menjadi instrukturnya langsung. Itu karena Ade merasa tersentuh sekaligus tertantang untuk membuat tubuh Arya kembali normal.

"Sampai sekarang masih dibimbing sama Ade Rai. Kalau kita ada waktu atau setiap kali ke sini (RSHS) kita pasti disuruh mampir ke Cihampelas (tempat pusat kebugaran milik Ade Rai di Bandung)," kata Ade.

Keren kan perjuangan Arya? Yuk, bantu doakan Arya yuk agar proses penurunan berat badannya, termasuk operasinya, bisa berjalan lancar. Bagi kamu yang juga punya masalah berat badan, jangan menyerah deh jika memang ingin menurunkannya. Arya yang bocah 13 tahun saja bisa kok melakukannya.


Foto: Arya Permana saat diperiksa oleh tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (dokumentasi Rumah Sakit Hasan Sadikin)
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler