5 Trik Buat UKM yang Ingin Perluas Pasar ke Mancanegara

Bandung - Bandung yang dikenal sebagai pusat industri kreatif punya kontribusi besar loh buat kemajuan ekonomi Indonesia. Tapi enggak cuma jadi pemain lokal, pelaku UKM juga harus mengembangkan usahanya di ranah internasional. TemanBaik mau tahu caranya?

Nah, belum lama ini sejumlah pebisnis muda Bandung berbagi tips nih mengenai bagaimana sepak terjangnya untuk memenangkan pasar di mancanegara. Pada event JNE Kopiwriting yang bertajuk "Menentukan Strategi yang Tepat di Pasar Internasional Bagi UMKM", founder Niion yakni Adit Yara, perwakilan dari Dekranasda Jawa Barat, hingga perusahaan kurir JNE bagi-bagi kiat suksesnya nih, TemanBaik. Berikut ini tips-tips yang bisa kamu ketahui: 

1. Diferensiasi Produk

Enggak sedikit dari pelaku UKM lokal yang gagal meraih antuasias pasar karena produknya dinilai kurang unik atau dirasa bukan dari kreasi yang orisinal. Menurut Adit Yara, sebelum memutuskan untuk memasarkan produk di luar negeri, pemilik merek harus memperkuat dulu konsep yang diusung brandnya sendiri. 

Dengan bidikan pasar yang tepat, desain yang unik dan berbeda, TemanBaik bisa lebih percaya diri saat memperkuat branding produk lokal di luar Indonesia.

2. Buat Tim yang Solid

Kalau pengin berbisnis di era serba digital ini, kamu juga harus melakukan inovasi bisnis lewat kolaborasi. Percaya deh, enggak ada kesuksesan yang bisa ditempuh sendiri, karena semua hal tentu membutuhkan kerja tim.

Misalnya nih, kamu punya kemampuan mumpuni dalam hal mendesain atau menciptakan produk, asyiknya sih kamu bisa coba mencari partner yang punya kemampuan lain. Misalnya yang jago marketing atau mereka yang punya jejaring kuat di mancanegara.

3. Konsisten

Nah, kalau kamu sudah bisa menguasai pasar luar negeri, seoptimal mungkin kamu tetap harus menjaga konsistensi dan kualitas produk yang kamu tawarkan. Upaya mempertahankan konsistensi itu bisa dibuktikan dengan banyak hal loh, misalnya kalau kamu jual pakaian atau tas, sebisa mungkin jagalah kualitas barang dan jumlah produksi agar bisa berjalan stabil alias enggak hanya mengikuti mood saja. Sementara buat urusan kualitas, jangan sampai juga mutunya malah menurun atau berbeda-beda. 

4. Kolaborasi

Kalau kamu belum mampu go internasional sendiri, yuk coba membuka diri untuk berkolaborasi dengan banyak pihak yang punya kemampuan lebih. Hasmeliyani Suseno, Deputy GM JNE berbagi tips agar para kreator yang butuh dukungan pendistribusian barang bisa bekerja sama dengan JNE, sebab sekarang JNE punya sistem fulfillment logistic yang siap mengatur, menata stock opname hingga mengirimkannya ke pasar tujuan di wilayah-wilayah tertentu.

Jangan khawatir barangnya enggak sampai, karena semua sistem telah tertata dengan automatisasi yang baik. Apalagi buat pengiriman ke luar negeri, perusahaan kurir ini siap membantu para pelaku UKM yang masih minim fasilitas, termasuk ilmu pendistribusian barang.

5. Permodalan

Berbisnis itu pasti enggak luput dari dukungan permodalan. Adit Yara mengatakan apabila pelaku UKM pengin membesarkan bisnisnya bisa menggunakan tiga tipe sumber keuangan, di antaranya dengan mencari mitra investor, bantuan bank hingga self funding.

Buat yang sudah merasa kuat mengandalkan modal dari uang sendiri atau self funding, bagus juga loh jadi bisnis kita enggak terganggu urusan cicil mencicil kewajiban atau urusan berbagi hasil dengan investor.

Tapi kalau pasarnya sudah semakin meluas, boleh juga sih kita meningkatkan volume produksi lewat suntikan modal dari investor atau bank. Kuncinya, semua perputarannya masih bisa dijalankan dengan sehat dan tentunya menguntungkan.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler