Jangan Sampai Anak Merasa Dirinya Tak Penting Karena Hal Ini Nih

Bandung - TemanBaik, ada hal yang harus kamu sadari nih, khususnya para orangtua. Jangan membuat anak merasa tidak penting atau dinomorduakan. Penyebab anak merasa seperti itu biasanya terkesan sepele, tapi dampaknya luar biasa hebat.

Contoh kecil, saat ibu memasak dan anak memanggil, si ibu cuek atau meminta anak jangan mengganggunya. Lebih parah lagi, kalau sang ibu membentak agar anaknya tidak mengganggu aktivitasnya memasak.

Jika hal seperti itu terus terulang, anak akan merekam memori buruk. Bahkan, sang anak akhirnya akan berpikir bahwa orangtuanya ada secara fisik tapi tidak ada waktu untuk dirinya.

"Anak akan terluka hatinya, dia akan merasa seolah-olah dinomorduakan, (dia akan menganggap) orangtuanya lebih mementingkan makanan daripada dirinya," kata Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung Iip Saripudin kepada BeritaBaik.id, Senin (22/7/2019).

Saat anak merasa diabaikan orangtuanya, sang anak lambat laun akan menjauh dari orangtuanya sendiri. Hal yang dikhawatirkan, ia mencari sosok di luar yang membuatnya merasa dianggap penting.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Alasan Jangan Melarang Anak Menangis dari Psikolog

Masih mending jika orang lain itu menyayangi dan melindungi sang anak. Terbayang enggak jika anak akhirnya justru diperalat untuk melakukan hal negatif oleh orang yang membuatnya nyaman? Atau si anak justru dipengaruhi, misalnya menggunakan narkoba.

Karena itu, orangtua wajib hadir untuk sang anak. Bukan hanya hadir secara fisik, tapi orangtua harus benar-benar memberi waktu untuk anaknya. Saat anaknya memanggil atau membutuhkan, hadirlah dan dengarkan mereka. "Ketika kita sedang sibuk melakukan apapun, sambut mereka," ungkap Iip.

Bagaimana jika kesibukan yang dilakukan tidak bisa ditunda? Berikan pemahaman pada sang anak dengan cara baik, gunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan tempatkan diri bahwa sebagai orangtua kamu benar-benar ada untuk mereka. Beri tahu konsekuensinya jika pekerjaan kamu ditunda.

Jika kamu abai pada anak, siap-siap deh sang anak justru enggak betah di rumah. Jangan salahkan mereka ya jika itu terjadi. Sebab, kesalahan itu bisa saja datang dari kamu yang justru enggak kamu sadari. "Kalau anak enggak betah di rumah, berarti ada persoalan di rumah," ucap Iip.


Foto: Oris Riswan Budiana


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler