Taklukkan Obesitas Ekstrem, Kini Arya Permana Bakal Operasi Kulit

Bandung - TemanBaik, ada kabar terbaru nih dari Arya Permana (13), bocah pengidap obesitas ekstrem asal Karawang, Jawa Barat. Hari ini, Rabu (24/7/2019), rencananya ia akan menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Arya sebenarnya sudah enggak lagi gemuk seperti pada 2016 lalu. Dulu, berat badannya lebih dari 190 kilogram. Tapi, saat ini beratnya sudah di bawah 90 kilogram berkat berbagai usaha keras dan penanganan medis.

Tapi, turunnya berat badan secara drastis ternyata memiliki dampak lain. Dalam istilah umum, ia semacam memiliki kelebihan kulit. Sehingga, kulit di beberapa bagian tubuhnya tampak menggelambir. Hal itu membuat Arya tidak nyaman dalam beraktivitas.

Kondisi kulit seperti itu dikarenakan kulitnya 'melar' saat bobot Arya sangat besar. Setelah berat badannya berkurang, kulit itu tidak kembali seperti bentuk semula. Akibatnya, kulit di tubuh Arya tampak menggelambir karena tidak sesuai dengan perawakannya.

Kelebihan kulit itu rencananya akan dipotong dengan cara dioperasi. Tapi, operasi harus dilakukan bertahap. Dalam operasi hari ini, rencananya hanya kelebihan kulit ada bagian lengan saja yang akan diambil.

Baca Ini Juga Yuk: Perjuangan Arya Permana Menaklukkan Obesitas Ekstrem

Sedangkan kelebihan kulit pada bagian dada, perut, hingga kaki akan dilakukan secara bertahap. Jarak dari satu operasi ke operasi berikutnya adalah sekitar tiga hingga enam bulan.

Berbagai persiapan dan pemeriksaan penunjang pun sudah dilakukan terhadap Arya. Hasilnya, kondisi Arya sangat baik dan siap menjalani operasi. Sehingga, operasi sudah mantap akan dilakukan.

"Arya sudah dirawat selama tujuh hari untuk perawatan kulit dan kebersihannya. Kita rencananya akan melakukan operasi bedah plastik yang dilakukan oleh tim (dokter dengan berbagai disiplin ilmu)," kata Ketua Tim Penanganan Arya Permana di RSHS Dida Gurnida.

Untuk proses operasi, diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga jam. Agar operasi berjalan cepat dan lancar, dilibatkan tujuh dokter. Dari tujuh dokter itu, tiga orang akan mengoperasi lengan sebelah kiri, tiga orang sebelah kanan, serta satu orang mengawasi untuk memastikan proses operasi berjalan sesuai rencana.

Ada teknik khusus yang dipakai dalam operasi tersebut. Dengan teknik itu, dokter akan meminimalisir agar operasi tidak mencederai banyak organ atau jaringan di lengan Arya.

"Segala risiko juga sudah kita antisipasi, termasuk kemungkinan terjadi pendarahan," ungkap Ketua Tim Bedah Plastik RSHS Hardisiswo Soedjana.

Setelah proses operasi tuntas, ternyata ada tahapan berikutnya loh yang harus dijalani Arya. Selain perawatan luka bekas operasi, Arya diharuskan memakai baju khusus. Baju itu terbuat dari bahan khusus yang ketat. Tujuannya agar kulit Arya nantinya bisa lebih baik secara estetik.

Sementara untuk biaya operasi, ternyata tergolong mahal. Rata-rata, sekali operasi seperti itu membutuhkan biaya Rp 40-50 juta. Tapi, angka pastinya baru bisa didapat setelah proses operasi selesai. Saat operasi selesai, bisa dihitung alat dan obat apa saja yang dipakai hingga tingkat kerumitan operasi.

Karena orangtuanya yang berprofesi sebagai sekuriti sebuah perusahaan, biaya itu jelas sangat berat. Tapi, beruntung bagi Arya, sebab orangtuanya tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya operasi.

"Arya ini pasien BPJS, jadi di-cover seluruh biayanya oleh pemerintah," ucap Direktur Utama RSHS Nina Susana Dewi.

TemanBaik, doakan ya agar proses operasi Arya hari ini berjalan lancar. Sehingga, secara bertahap kondisi tubuh Arya bisa kembali normal.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler