Unik! Hewan Kurban di Bandung Dapat Perawatan Seperti di Salon

Bandung - Iduladha tinggal beberapa pekan lagi nih, TemanBaik. Tahu kan apa yang identik dengan Iduladha? Ya, pasti hewan kurban yang rata-rata adalah kambing, domba, kerbau, atau sapi.

Tapi, ternyata di Pasar Domba Sapi Antapani, Kota Bandung, hewan kurban dapat perawatan khusus. Seperti apa ya perawatannya? Salah satu yang umum diketahui masyarakat pasti memotong bulu dan memandikannya agar terlihat 'ganteng'.

Selayaknya di salon, biasanya hewan-hewan kurban 'dikeramasi'. Khusus untuk sapi, bukan hanya disiram air, seluruh tubuhnya perlu disikat. Tujuannya agar sapi lebih bersih dan merasa nyaman. Memandikan hewan kurban juga akan mencegah mereka stres, proses adaptasi dengan lingkungan pun lebih mudah.

Sedangkan untuk jenis hewan kurban tertentu, misalnya domba Garut, di tempat ini perawatannya lebih ekstra. Domba Garut yang biasanya merupakan domba adu perlu dipijat setiap harinya. Kenapa harus dipijat ya?

Itu karena domba Garut biasanya adalah domba kontes atau domba adu. Sejak kecil, domba Garut terbiasa dipijat agar tampil prima saat diadu. Karena terbiasa sejak kecil, saat dewasa pun sang domba harus tetap dipijat.

"Kalau enggak dipijat, dia biasanya jadi agak susah makan," ujar Owner Pasar Domba Sapi Antapani Kota Bandung Thoriq Basthun, Rabu (24/7/2019).

Di tempatnya menjual hewan kurban, ada dua orang khusus yang ditugaskan memijat domba Garut. Merekalah yang bertugas memijat agar menjaga nafsu makan domba tetap tinggi. Sebab, jika domba kurang nafsu makan, itu pasti berdampak pada bobot tubuhnya. Bukannya naik saat akan dipotong pada Idul Adha, justru bobotnya bisa turun drastis.

Si domba Garut ini ternyata enggak cukup dipijat. Tanduknya harus dibersihkan dan diolesi minyak kemiri setiap hari. Tujuannya agar tanduknya tampak bersih dan kinclong. Ibaratnya, domba juga harus pakai 'pomade' biar terlihat 'ganteng'.

Sebab, biasanya ada pembeli yang menginginkan hewan kurban yang gagah dan 'ganteng'. 'Kegantengan' sang domba itu biasanya cukup menentukan apakah akan cepat laku terjual atau tidak.

"Yang nyari hewan kurban itu biasanya enggak hanya mempertimbangkan bobotnya, ada juga yang ingin hewan kurbannya gagah dan ganteng. Ada juga yang suka bulunya yang tebal," tutur Thoriq.

Masih ada lagi nih hal uniknya. Ternyata sapi harus mendengarkan musik. Ada-ada saja kan ya? Tapi, berdasarkan pengalaman, Thoriq mengatakan sapi biasanya lebih tenang jika di sekitarnya terdapat suara musik atau lagu. Hal itu membuat sapi terhindar dari stres yang berujung kurang nafsu makan.

"Kalau ada musik, sapi biasanya lebih tenang, enggak stres. Kalau musiknya mah apa aja, enggak harus musik tertentu," jelasnya.

Sementara di luar berbagai perawatan ala salon itu, hewan kurban wajib dirawat dengan baik. Misalnya, kebersihan kandang harus dijaga hingga pakannya harus berkualitas. Sedangkan untuk penyakit, biasanya hewan kurban rawan sakit pencernaan. Jika itu sudah terjadi, ada jamu khusus yang jadi obatnya.

"Jamunya itu kunyit, bawang putih, jahe. Biasanya kalau sakit pencernaan satu-dua hari sembuh. Tapi kalau parah paling lama lima hari sembuhnya," ucap Thoriq.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler